Home » BERITA » Wanita Meureudu Tewas Tersentrum Perangkap Tikus

Wanita Meureudu Tewas Tersentrum Perangkap Tikus

Wanita Meureudu Tewas Tersetrum Perangkap Tikus

Wanita Meureudu Tewas Tersetrum Perangkap Tikus

Tribratanewspolrespidie.com, Aceh ; Ainiah binti Usman (57), warga Gampong Kuta Trieng Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya (Pijay), Rabu (9/12) sekira pukul 06.30 WIB meninggal akibat tersengat arus listrik yang dialirkan pada perangkap tikus di areal persawahan gampong setempat saat ia hendak menanam padi.

Rekan sejawatnya, Andian binti M Gade (55), terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meureudu karena lemas seusai tersetrum arus listrik saat menolong Ainiah Usman.

Mereka awalnya datang berlima ke areal persawahan untuk menanam padi. “Setiba di pematang sawah milik Fauzi bin Gani, Ainiah Usman langsung kesetrum arus listrik pada perangkap tikus,” ujar Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH melalui Kapolsek Meureudu, Iptu Teuku Muhammad , Rabu (9/12).

Insiden yang tak diharapkan itu membuat teman-teman Ainiah dan Andian panik. Spontan mereka menjerit minta bantuan kepada warga lainnya untuk mengevakuasi kedua korban yang kesentrum di perangkap tikus berarus listrik itu.

Teriakan tersebut mengundang warga bahkan polisi datang ke tempat kejadian. Kedua korban tampak tergeletak di dalam lumpur sawah, terkulai tak berdaya. Ainiah Usman selaku korban yang pertama tersengat arus malah tersungkur ke tanah dalam keadaan tak berkutik. Belakangan diketahui ternyata napasnya sudah terhenti.

Sementara kondisi Andian yang tersetrum saat menolong Ainiah, terlihat lemas. Wajahnya pucat pasi. Warga dan polisi bahu-membahu memberikan pertolongan untuk mematikan arus listrik dan mengevakuasi korban.

Peristiwa yang berujung maut itu bermula saat lima wanita sebaya menanam padi secara upahan pada musim rendengan kali ini. Saat tiba di pematang sawah milik Fauzi bin Gani (45), warga setempat, mereka tak tahu kalau perangkap tikus yang dipasang di sawah tersebut berarus listrik yang kawatnya telanjang. Korban pertama, Ainiah Usman kesetrum dan jatuh ke tanah. Spontan Andian membantu dengan cara menarik tubuhnya. Ia pun otomatis ikut tersetrum.

Sesampai di RSUD Meureudu dipastikan Ainiah sudah tak bernyawa, lalu mayatnya dipulangkan ke rumah duka. Sedangkan Andian harus dirawat di RSU itu. “Barang bukti berupa wayer listrik sudah diamankan di Polsek Meureudu untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Iptu Teuku Muhammad.

Kepala PLN Rayon Meureudu, Pidie Jaya, Arsyadi Kurnia yang ditanyai terpisah kemarin mengatakan, pihaknya jauh-jauh hari melalui kepala rayon sebelumnya sudah mengimbau warga untuk tidak memasang perangkap tikus dengan mengaliri listrik secara liar di areal perswahan.

“Selain berdampak fatal bagi dirinya, juga bagi nyawa orang lain,” jelasnya. Ia tegaskan, pemasangan perangkap tikus menggunakan arus listrik dengan wayer telanjang mesti dihentikan karena bisa menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Apalagi di Pijay pada 3 Agustus 2014 pernah jatuh korban, yakni A Karim (42), petani asal Gampong Buangan, Kecamatan Meurah Dua. Ia tewas setelah tersengat arus listrik yang dipasangnya sendiri untuk memerangkap tikus. “Saya minta agar seluruh warga Pijay menghentikan pemasangan perangkap tikus yang berbahaya ini,” ujarnya