Home » BERITA » Utang 45 Ribu, Pelipis Warga Grong – Grong Pecah di Bugem Mentah

Utang 45 Ribu, Pelipis Warga Grong – Grong Pecah di Bugem Mentah

kkkkkkkkkk

Korban Bugem Mentah Rahmad K bin Muhammad Deli, 19 thn, swasta, Warga Gampong Grong – Grong Kecamatan Grong – Grong Kab. Pidie, Sabtu (07/11/2016) sekira pukul 22.30 Wib.

Tribratanewspolrespidie.com ; Rahmad Muhammad (19) warga Gampong Grong – Grong, Pidie dibogem mentah oleh Arbu Adam (30) dan Sigam (25), warga Mesjid Utue Kecamatan Pidie, sabtu (5/11) sekira pukul 22.30 Wib.

Akibat kejadian tersebut, pelipis Rahmad Muhammad mengalami robek pelipis sebelah kiri.

Belakang terungkap insiden itu di picu persoalan utang antara Sigam dengan Rahmad yang hanya Rp 45 ribu. ” Penganiayaan tersebut terjadi di depan toko kaset idola Disc, di pusat pasar Grong – Grong, ” sebut Kapolres Pidie, AKBP M. Ali Kadhafi, SIK kepada humas polres pidie.

Minggu (6/11) Pangkal insiden bogem itu kala Rahmad duduk persis di depan Ruko Difa Aqua, yang bersebelahan dengan idola Disc. Beberapa menit kemudian datang Sigam seraya menagih uang Rp 45 ribu pada Rahmad. Namun, Sigam mendapat jawaban dari Rahmad, ” Belum memiliki uang.”

Mendengar Jawaban itu, Sigam langsung naik darah. Dia melampiaskan amarahnya dengan mencekik seraya memperingati dengan tegas agar utang itu segera dilunasi. Lalu, Rahmad pun pulang ke rumah dan mengambil uang.

Selisih 30 menit kemudian, dia kembali menghadap Sigam Kemudian mengatakan belum ada uang. Mendengar jawaban sama, Sigam langsung mengambil pisau di warung bakso pingpong dengan mengancam menusuk Rahmad jika utang tidak dilunasi.

Kemudian. Sigam pun menghubungi toke Idola Disc. Lima menit kemudian, Arbi tiba dan langsung memukul Rahmad menggunakan tangan kosong di pelipis kiri, ” Akibatnya korban mengalami luka robek,” jelasnya.

Mendapat perlakuan kasar, Rahmad pun lari sehingga dikejar oleh Arbi. Hingga terjadi penganiayaan lanjutan dibantu oleh Sigam. ” Kasus ini dalam penanganan. Selain telah menerima pengaduan korban, kami juga telah memintai keterangan saksi – saksi,” ujar Ali.