Home » BERITA » Tuduh Dukun Santet, Warga Dayah Muara Damai di Kantor Polisi

Tuduh Dukun Santet, Warga Dayah Muara Damai di Kantor Polisi

kkkkkkkkk

Kapolsek Indrajaya AKP Aiyub menyaksikan perdamaian warga Muara Garot Kecamatan Indrajaya di Mapolsek Indrajaya Kab.Pidie setelah dimediasi terkait tuduhan dukun santet yang terjadi di Gampong Muara Garot Kecamatan Indrajaya Kab.Pidie, Senin (27/02/2017) sekira pukul 10.00 Wib.

Tribratanewspolrespidie ; Tuduhan Dukun Santet terhadap Nasrul , 50 thn, Swasta, Warga Gampong Muara Garot Kecamatan Indrajaya Kab.Pidie yang dilakukan oleh Sdr Rahmat, 32 thn, Jualan, Warga Gampong Muara Garot Kecamatan Indrajaya Kab.Pidie berakhir damai di Polsek Indrajaya, Senin (27/02/2017) sekira pukul 10.00 Wib.

Kejadian tersebut berawal saat Rahmat dan istrinya Aisyah, Warga Gampong dayah Muara Garot Kecamatan Indrajaya Kab.Pidie sakit dan berobat ke orang pintar bernama M. Nur di Gampong tersebut.

Saat sedang berobat kampung ( merajah) yang dilakukan oleh M. Nur , istri Rahmat kerasukan dan menyebut – nyebut nama Nasrul yang membuatnya sakit akibat santet.

Atas pengakuan tersebut, Rahmat berang dan ingin menghakimi Nasrol bersama warga sekitar, namun Nasrol pun melaporkan kejadian yang menimpanya ke Mapolsek Indrajaya yang diterima langsung oleh Kapolsek Indrajaya AKP Aiyub.

Setelah laporan Nasrol diterima, Kanit Intel dan Reskrim Polsek Indrajaya memanggil Rahmat dan Istrinya ke Mapolsek Indrajaya untuk di mediasi.

Setiba di Mapolsek Indrajaya ketiga belah pihak dimediasi dan dari hasil mediasi dibuat selembar surat pernyataan perdamaian yang ditanda tangani oleh saksi – saksi dan Geuchik Gampong Dayah Muara kecamatan Indrajaya Kab.Pidie.

Dalam surat pernyataan tersebut di hasilkan 4 (empat) butir – butir perdamaian  diantaranya  sebagai berikut ;

  1. Pihak I tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang menuduh Pihak Ke III yang telah membuat sakit guna – guna istri Pihak Ke II menjadi sakit.
  2. Pihak ke II dan III tidak pernah terjadi perselisihan paham dan curiga kesalahpahaman yang dilakukan oleh orang pada saat mengobati istri Pihak Ke II pada saat tidak sadar mengasutkan Pihak Ke III yang menjadi ricuh.
  3. Dengan adnya kejadian tersebut, maka Pihak I berjanji tidak akan mengasutkan nama seseorang menjadi sakit, apabila hal tersebut terulang kembali maka Pihak I akan di Proses sesuai dengan hukum pencemaran nama baik seseorang sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI.
  4. Setelah dilakukan penyelesaian  secara kekeluargaan yang disaksikan oleh orang tua atau tokoh gampong Dayah Muara Kecamatan Indrajaya Kab.Pidie, maka mulai saat ini tidak ada lagi pembicaraan masalah tuduh menutuh tentang dukun santet.

Dengan adanya isi dari surat perdamaian ini kami harapkan ketiga belah pihak bisa saling menghargai, menghormati dan menjaga kerukunan antar sesama, kata Aiyub.”