Home » BERITA » Tim Gabungan TNI / Polri Padamkan Api di Pergunungan Desa Krueng Seukek

Tim Gabungan TNI / Polri Padamkan Api di Pergunungan Desa Krueng Seukek

kabag ops padamkan api

Kabag Ops Polres Pidie Kompol Apriadi, S.Sos, MM bersama Dandim 0102 Pidie , Letkol Arh Doni Indiawan memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya di Pergunungan Desa Krueng Seukek, Kecamatan Tangse Kab.Pidie, Sabtu (26/08/2017) sekira pukul 10.00 Wib.

Tribratanewspolrespidie ; Tim Gabungan Kepolisian Resor Pidie ( Polres Pidie) bersama TNI 0102 Pidie berhasil memadamkan puluhan hektare hutan lindung di kawasan pergunungan Desa Krueng Seukek, Kecamatan Tangse Kab.Pidie, Sabtu (26/08/2017) sekira pukul 10.00 Wib.

Kebakaran hutan lindung dengan luas area lebih kurang 30 Hektar tersebut pertama sekali diketahui oleh warga Desa Krueng Seukek Kecamatan Tangse Kab.Pidie, Jum’ at (25/08) sore sekira pukul 16.30 Wib.

Titik api yang menjalar dengan cepat sedikit demi sedikit melahap kawasan padang ilalang yang kering menuju ke atas bukit hutan pinus di Desa Kreung Seukek yang diperkirakan di bakar oleh segelintir masyarakat yang ingin membuka lahan untuk perkebunan.

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK , mengatakan hingga Sabtu (26/8) sore, pihaknya bersama TNI, masyarakat, BPBD, Polhut dan Tim Ranger masih berupaya memadamkan api, dan api pun mulai berhasil di padamkan hingga 75 persen.

“Hari ini kita lanjutkan pemadaman kebakaran hutan lindung tersebut. Api mulai menjalar ke hutan lindung yang di dalamnya terdapat tanaman pinus sejak Jumat sore kemarin,” ujar Kapolres melalui Kapolsek Tangse, Iptu Nurman Ali saat dikonfirmasi oleh humas polres pidie

Disebutkan, proses pemadaman turut dilakukan oleh Dandim 0102/Pidie, Letkol Arm Doni Indiawan, Kabag Ops Polres Pidie Kompol Apriadi, Personel Yon Armed Komposit yang dipimpin Letda Arm Junaidi. “Hingga saat ini kita masih menyelidiki penyebab kebakaran,” tukas Kapolsek.

Belum lama ini, jajaran Polres Pidie turut mengimbau kepada masyarakat, agar jangan membakar hutan maupun lahan yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan kabut asap. Himbauan itu disampaikan melalui spanduk yang dipasang di sejumlah desa melalui jajaran.

Melalui spanduk itu diimbau bahwa membakar hutan bisa dikenakan sanksi sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesia nomor 41 Tahun 2009 Pasal 78 Ayat 3 dengan bunyi “Setiap Orang Yang Dengan Sengaja Membuka Atau Mengolah Lahan Dengan Cara Pembakaran Yang Mengakibatkan Terjadinya Pencemaran Dan Kerusakan Fungsi Lingkungan Hidup diancam dengan pidana penjara 10 tahun dan denda 10 milyar rupiah.”