Home » BERITA » Terlantar di Aceh, Warga Cinere di Antar Polisi Kembali Kekampung Halaman di Tasikmalaya

Terlantar di Aceh, Warga Cinere di Antar Polisi Kembali Kekampung Halaman di Tasikmalaya

tttttttttttttt

Tribratanewspolrespidie ; Seorang warga Gampong Cinere Kecamatan Cipatuja Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat bernama Fatimah Binti Kosim, 72 thn, Tani, pada tanggal 19 April 2017 tiba di Provinsi Aceh pada Rabu (19/04/2017) sekira pukul 14.00 Wb untuk mencari anaknya yang bernama Asep Saifullah Bin Kusnaidy, 38 thn, Swasta yang telah lama tidak pulang ke kampung halamannya di Cinere, Jawa Barat.

Saat Fatimah tiba di provinsi Sumatera Utara, pada Rabu (19/04), wanita kelahiran Cinere 1972 tersebut  di rampas dan di copet dompetnya beserta identitas lainnya oleh salah seorang preman medan saat ia turun di terminal bus kota medan yang bertato ular dilengan sebelah kanan.

Kemudian fatimah meminta tolong dengan salah seorang personil Polisi lalu lintas yang bertugas di Jalan untuk mengantarnya ke terminal bus menuju Kabupaten Bireuen , Aceh.

Setelah tiba di Kabupaten Bireuen, Fatimah turun di terminal Bireuen menunggu anaknya datang hingga menginap di sebuah SPBU Bireuen, dikarenakan anaknya bekerja di SPBU Bireuen itu menurut pengakuannya saat ditanya oleh Kapolsek Pidie Iptu Chairil Ansar, S.Sos, MH.

Berhubung alat komunikasi / sarana kontak (HP) tidak ada lagi padanya, Fatimah akhirnya memutuskan untuk meninggalkan SPBU Bireuen dan menuju ke Kab.Pidie dengan meminta bantuan Polantas Bireuen untuk mengantarkannya.

Setiba di Kab.Pidie, Fatimah bertemu dengan salah seorang Personil Kodim 0102 Pidie bernama Sigit, 43 thn, TNI – AD dan langsung membawanya ke rumahnya kediamannya selama 2 malam 3 hari.

Lalu personil Kodim tersebut melaporkan keberadaan Fatimah ke Polsek Pidie yang diterima langsung oleh Kapolsek Pidie Iptu Chairil Ansar, S.Sos, MH.

Saat tiba di Mapolsek Pidie, wanita tua tersebut di tanyai oleh Iptu Chairil, lalu Fatimah menjawab sudah 18 thn tidak ketemu dengan anaknya bernama Asep yang merantau ke Aceh, sehingga ia mencarinya ke Aceh, namun usahanya belum berhasil dikarenakan Hp miliknya di rampas oleh Preman Medan saat ia turun dari Bus di Terminal dan fatimah berharap bisa kembali lagi ke kampung halamannya di Tasikmalaya.

Tepatnya pada Jum’ at (28/04/2017) sekira pukul 06.00 Wib, Kapolsek Pidie Iptu Chairil Ansar, S.Sos, MH beserta anggota mengantarkan Fatimah ke Bandar Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh untuk mengatarkan Fatimah ke Kampung halamannya, setiba di Bandara, Fatimah langsung diberangkatkan dengan menggunakan Pesawat Lion Air menuju Provinsi Jawa Barat.