Home » BERITA » Sweeping Angkutan Umum, Tim Gabungan Temukan Sopir Pengguna Sabu di Terminal Terpadu Sigli

Sweeping Angkutan Umum, Tim Gabungan Temukan Sopir Pengguna Sabu di Terminal Terpadu Sigli

ffffffffd

Kasat Lantas Polres Pidie Iptu Rina Bintar Handayani, SIK memeriksa Urine Sopir Bus bernisial HS , warga Blang Aman di Terminal Terpadu Kota Sigli, pada Senin (19/6/2017) sekira pukul 22.00 Wib malam tadi

Tribratanewspolrespidie ; Dalam Rangka Operasi Ramadniya Rencong – 2017 Polres Pidie , Kepolisian Resor Pidie, TNI, Dinas Perhubungan dan Dinkes Pidie dan Badan Narkotika Nasional Kab.Pidie melakukan sweping angkutan umum yang dipusatkan di Terminal Terpadu Sigli, Senin (19/6/2017), malam tadi

Tak hanya itu, petugas juga menyasar para pengemudi bus untuk dites urin yang dikawal ketat petugas.
Hasilnya, ditemukan seorang supir bus bernisial HS, warga Blang Aman, Kabupaten Aceh Utara, yang positif sebagai pengguna narkoba jenis sabu sementara 2 (dua) orang lainnya berinisial M, Warga Kota Lhokseumwa, Sopir L – 300 dan R, Warga Seulimum, Sopir Bus menggunakan obat – obatan.
Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK melalui Kasat Lantas Polres Pidie Iptu Rina Bintar Handayani, SIK kepada humas polres pidie mengatakan, tes urin langsung dilakukan di lokasi terminal bus terpadu Sigli tersebut.
“Dari sejumlah sopir angkutan umum yang kita tes urin, satu orang positif menggunakan sabu, dan dua lainnya menggunakan obat-obatan,” kata Rina.
Dengan adanya temuan tersebut, Rina berharap Organisasi Angkutan Darat (Organda) memperketat pemeriksaan terhadap sopir, terutama saat arus mudik lebaran.
“Sopir bus harus bebas dari narkoba dan obat-obatan berdosis tinggi untuk menjamin keselamatan penumpang,” ujarnya.
Gabungan personil juga melakukan penggeledahan seisi mobil hingga tas panumpang untuk memastikan tidak ada penyimpanan narkoba saat arus mudik, lalu kendaraan yang telah diperiksa dan telah dinyatakan layak jalan sebagai angkutan mudik  akan di tempel stiker layak jalan.
Polisi juga memastikan tidak ada barang selundupan dari Banda Aceh ke Sumatera Utara atau sebaliknnya menggunakan angkutan umum.