Home » BERITA » Seorang Warga Gampong Blang Awe di Tangkap Polisi, Kenapa ?

Seorang Warga Gampong Blang Awe di Tangkap Polisi, Kenapa ?

Kapolsek Meureudu AKP Aditia Kusuma, SIK mengamankan pelaku berinisial MS (46), Petani/ Pekebun, Warga Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu Kab.Pidie Jaya di Mapolsek Meureudu, Senin ( 23/04/2018) sekira pukul 01.00 Wib, dini hari tadi

Tribratanewspolrespidie ; Tim Opsnal Reskrim / Intel Polsek Meureudu berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial MS (46), Petani/ Pekebun, Warga Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu Kab.Pidie Jaya, Senin ( 23/04/2018) sekira pukul 01.00 Wib, dini hari tadi.

MS ditangkap tim opsnal Polsek Meureudu yang di pimpin oleh AKP Aditia Kusuma, SIK berdasarkan laporan masyarakat Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu Kab.Pidie Jaya bernama Agustiar (34), Wiraswasta yang resah dengan ulah pelaku yang sering membawa senjata tajam jenis parang dan mengentak hentaknya ke lantai pada saat Agustiar duduk di warung Kopi milik Saudara M. Nasir dan melotot ke arahnya, pada MInggu ( 22/04/2018) sekira pukul 21.00 Wib

Tak hanya di warkop M. Nasir,  2 (dua) hari sebelumnya MS juga memukul – mukul dinding seng kamar mandi miliknya dengan menggunakan parang yang sama.

Kapolsek Meureudu AKP Aditia Kusuma, SIK saat dikonfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan MS diamankan di Mapolsek Meureudu karena melakukan perbuatan yang berpotensi membahayakan orang lain, dalam hal ini saudara Agustiar.

MS juga sering membawa 2 (dua) belah parang di tangannnya, perlakuan ini lah yang membuat Agustiar resah dan melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Meureudu.

Setelah dilakukan pemeriksaan, MS merupakan salah satu pasien Rumah Sakit Jiwa di Banda Aceh yang sering keluar masuk untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasus ini telah di upayakan untuk diselesaikan dengan cara Problem Solving secara adat dan melibatkan lembaga adat yang sesuai dengan Qanun Pemerintah Aceh Nomor Qanun 9 Tahun 2008, dikarenakan Faktor MS yang memiliki rekam jejak mengalam gangguan kejiwaan , sebut Mantan Kanit 3 PJR Dit Lantas Polda Aceh tersebut.”