Home » GIAT POLSEK » Sambut Ramadhan, Kapolsek Gotyong Bersama Warga di Beberapa Gampong di Ulim

Sambut Ramadhan, Kapolsek Gotyong Bersama Warga di Beberapa Gampong di Ulim

77777777777

Kapolsek Ulim Iptu Alamsyah, SE bersama masyarakat Kecamatan Ulim melaksanakan Gotong Royong bersama dalam rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1438 H di Beberapa Gampong yang ada di Kecamatan Ulim, Jum’ at (19/05/2017) sekira pukul 09.00 Wib pagi tadi.

Tribratanewspolrespidie ; Dalam rangka menyambut Ramadhan bersih dan aman, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Ulim melaksanakan gotong royong massal di seluruh Gampong yang ada di Kecamatan Ulim, Jumat (19/5/2017).

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ulim, Iptu Alamsyah SE mengatakan, gotong royong tersebut dilaksanakan untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan 1438 H, dan memberikan kenyamanan bersama dalam melaksanakan ibadah serta menciptakan keindahan Gampong.

“Disamping itu, juga menciptakan persatuan dan kesatuan masyarakat Gampong,” ujarnya saat bersama warga masyarakat di Gampong Grong-grong Capa, Ulim, Jumat (19/5/2017).

Mantan Kepala Bagian Operasi (KBO) Sat Resnarkoba Polres Pidie tersebut juga mengatakan bahwa kegiatan ini juga akan dilakukan pihaknya terhadap Gampong-gampong lain yang ada di Ulim dengan objek gotong royong pembersihan Masjid, Meunasah dan kuburan gampong.

Dalam hal ini, Kapolsek juga turut memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan agar tidak mengganggu proses jalannya ibadah di bulan suci.

“Ya kita mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, seperti menggunci pintu, kendaraan, dan awas terhadap segala kemungkinan. Kepada penjual, kita minta untuk menutup usahanya saat tarawih dan jangan menjual mercon,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Gampong Grong-grong Capa, Muhammad Isa mengatakan, ia sangat senang terhadap program yang dijalankan Muspika Kecamatan Ulim.

“Disamping terciptanya kebersihan dan kenyamanan di Gampong, kami sebagai aparatur gampong bisa secara langsung menyampaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi, sekaligus menciptakan ikatan sosial yang baik antara masyarakat dengan aparat penegak hukum,” ungkapnya.

“Ini adalah adat Aceh dari dulu setiap menyambut Ramadhan. Dan ini harus terus kita bina agar generasi penerus tidak kehilangan arah,” ujarnya.