Home » BERITA » Razia Zebra, Puluhan Ranmor Terjaring, 44 Pelanggar Sidang Ditempat

Razia Zebra, Puluhan Ranmor Terjaring, 44 Pelanggar Sidang Ditempat

zzzzzzzzzzzz

Personil Sat Lantas Polres Pidie dan Sie Propam Polres Pidie melaksanakan Razia Operasi Zebra Rencong di Sp Kocin Kecamatan Kota Sigli Kab.Pidie, Senin (28/11/2016) skeira pukul 09.30 Wib.

Tribratanewspolrespidie ; Pelaksanaan Razia Operasi Zebra Rencong – 2016 di wilayah Hukum Polres Pidie berlangsung pada Senin (28/11/2016) sekira pukul 09.30 Wib s/d 12.30 Wib di Simpang Kocin Kecamatan Kota Sigli Kab.Pidie.

Razia yang mengerahkan sekitar 20 (dua puluh) Personil Polres Pidie ini di Pimpin oleh Kasat lantas Polres Pidie Iptu Rina Bintar Handayani, SIK didampingi oleh Kanit Regident Ipda M. Hariadi.

Razia Operasi Zebra Rencong – 2016 berlangsung selama 14 (empat belas) hari mulai tanggal 16 s/d 29 November 2016.

Kegiatan Razia yang dilaksanakan dalam operasi Zebra meliputi pemeriksaan kelengkapan kendaraan dan Identitas pengemudi seperti STNK dan SIM serta kelengkapan kendaraan lainnya.

Bagi masyarakat yang tidak memiliki SIM dan STNK akan ditilang serta mengikuti sidang ditempat kemudian  langsung membayar melalui Bank BRI Cabang Pidie yang telah disiapkan.

zzzzz

Sidang Ditempat Operasi Zebra Rencong – 2016 Satuan Lalu Lintas Polres Pidie Gabungan Polres Pidie, Pengadilan Negeri Sigli, Kejaksaan Negeri Sigli dan BRI Cabang Pidie.

Dalam Operasi Zebra tersebut 44 (empat puluh empat) Surat Tilang dikeluarkan oleh Personil Sat Lantas Polres Pidie dan 4 (empat) Ranmor Roda Empat serta 40 (empat puluh) Ranmor Roda dua terjaring.

Kasat Lantas Polres Pidie Iptu Rina Bintar Handayani, SIK yang dikonfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan untuk Operasi Zebra tahun 2016 saat ini, Sat Lantas berhasil menilang 44 (empat puluh empat) pelanggar dan menyita kendaraan roda 2 sebanyak 40 unit serta kendaraan roda 4 sebanyak 4 Unit.

44 (Empat Puluh Empat) pelanggar tersebut terdiri dari 33 (tiga puluh tiga) masyarakat yang tidak memiliki SIM dan 11 (sebelas) masyarakat yang tidak memiliki STNK, kata Rina.”