Home » BERITA » Ratusan Karyawan Unigha Mengunjungi PT Bank Aceh, BRI dan BNI serta Gedung DPRK Pidie

Ratusan Karyawan Unigha Mengunjungi PT Bank Aceh, BRI dan BNI serta Gedung DPRK Pidie

Unjuk Rasa Karyawan Universitas Jabal Ghafur Sigli ke Gedung DPRK Pidie

Unjuk Rasa Karyawan Universitas Jabal Ghafur Sigli ke Gedung DPRK Pidie

Sigli ; Ratusan Karyawan Universitas Jabal Ghafur Sigli, Senin (28/12/2015) sekira pukul 09.00 Wib yang dikoordinir oleh teuku Syawal mendatangi sejumlah Bank Swasta di Kab. Pidie mulai dari Bank BPD, BRI dan BNI kemudian ke Gedung DPRK Pidie di Jalan Tgk Chik Di Tiro Sigli.

Kedatangan Karyawan tersebut tidak lain hanya untuk memberikan pernyataan sikap dan tututan karyawan Universitas Jabal Ghafur Sigli kepada PT Bank Aceh, BRI dan BNI Cabang Sigli serta para wakil rakyat tersebut. adapun pernyataan sikap yang disampaikannya adalah sebagai berikut : selama delapan bulan pemblokiran Rekening Bank atas nama Yayasan pembangunan Kampus Jabal Ghafur dan Universitas jabar Ghafur Sigli yang dilakukan oleh pihak Bank Aceh, BRI dan BNI telah berdampak sistemik pada seluruh kegiatan Civitas Akademik di Universitas Jabal Ghafur Sigli. Pemblokiran rekening Bank atas nama Yayasan dan Unigha berdampak negatif pada kegiatan belajar mengajar, terhambatnya proses administrasi dan sepuluh Program Studi terancam di Black List / ditutup oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristek Dikti ) karena tidak mampu untuk merekrut dosen tetap Yayasan, sehingga tidak dapat memenuhi jumlah minimal dosen enam orang pada setiap Prodi. Pemblokiran rekening Bank mengancam proses Pendidikan dan mutu Universitas Jabal Ghafur  Sigli, sehingga amanat Undang – undang SIDIKNAS N0.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 5 ayat 1 ” setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”.

Maka karyawan Unigha Sigli, menilai, Pemblokiran yang dilakukan pihak Bank tanpa alasan yang jelas dan terindikasi adanya ” Permainan ‘ dalam pengelolaan dana yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur dan Universitas Jabal Ghafur. Karyawan juga menilai pemblokiran merupakan pengangkangan terhadap Undang – undang SISDIKNAS, tidak mendukung terhadap pendidikan yang bermutu dalam mencerdaskan anak bangsa dan tidak terpenuhinya hak – hak karyawan Universitas Jabal Ghafur Sigli.

Untuk itu seluruh karyawan Unigha Sigli menuntut ; kepada para pemimpin Bank Aceh, BRI dan BNI Cabang Sigli untuk segera membuka pemblokiran rekening Bank atas nama Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur dan Universitas Jabal Ghafur Sigli, demi tetap berjalannya proses pendidikan di Unigha Sigli; Jika tuntutan pada poin diatas tidak dipenuhi. Maka semua kerjasama yang selama ini telah terbangun segera dihentikan.

Aksi tersebut mendapat tanggapan positif oleh Wakil Ketua DPRK Pidie Jamaluddin, SP, Pimpinan Bank Aceh Cabang Sigli Muslem, Pinca BRI Cabang Sigli Sufian Jalil dan Pinca BNI Cabang Sigli Susetyo Priharjanto, SE serta para anggota DRPK Pidie. kemudian pada pukul 18.00 Wib para Mahasiswa Unigha meninggalkan Gedung DPRK Pidie dengan tertib dan ” DPRK Pidie akan menyurati pihak organisasi Yayasan Unigha untuk menyelesaikan permasalahan pemblokiran Rekening milik Yayasan Unigha tersebut ungkap Wakil Ketua DRPK Pidie Jamaluddin, SP.”

2 3