Home » BERITA » Pria Bersenjata Pistol Serang Kacabjari Sakti

Pria Bersenjata Pistol Serang Kacabjari Sakti

Pria Bersenjata Serang Kacabjari Sakti

Pria Bersenjata Serang Kacabjari Sakti

Sigli ; Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Sakti Pidie, Minggu (20/12) sekitar pukul 02.00 Wib diserang empat pria memakai sebo (penutup wajah) dengan cara masuk memanjat pagar kantor yang terletak di pinggir jalan Beureuneun – Tangse itu. Satu di antara pelaku yang belum diketahui identitasnya menggunakan pistol. Mereka turut menganiaya Satpam Kacabjari Sakti, Mizal Fauzan (25) yang saat itu sedang tertidur. Kedua tangan Satpam itu mereka borgol ke belakang. Kedua kaki dan mulutnya dilakban, kemudian dikurung di ruangan Kaur Pembinaan Kacabjari Sakti. Satpam Kacabjari Sakti itu baru ketahuan disekap saat ayah kandung korban bernama Ridwan, pada saat datang ke kantor tersebut pada pukul 10.00 Wib. Mizal Fauzan yang saat itu mulutnya dilakban memukul – mukul meja, sehingga terdengar pada sang ayah yang memanggil – manggil di luar ruangan tersebut. Sejauh ini belum diketahui apa motif masuknya empat lelaki ke Kancabjari Sakti itu, namun polisi telah menangani kasus tersebut, kejadian itu terjadi di atas pukul 02.00 Wib. Empat lelaki penutup wajah masuk ke Kancabjari Sakti dengan cara memanjat pagar. Sesampai di dalam pekarangan kantor, pelaku menuju pintu samping Kacabjari sakti. Ia mencongkel pintu samping kantor untuk bisa masuk ke dalam. Dengan gerak cepat, pelaku yang memakai sebo dan satu pelaku menggunakan senjata laras pendek menyambar tubuh Mizal fauzan yang tertidur di salah satu ruangan. Pelaku menggiring satpam tersebut ke ruang kerja Kaur Pembinaan Kacabjari Sakti. Di ruangan tersebut Mizal dikurung setelah lebih dulu kedua tangannya diborgol ke belakang, sedangkan dua kaki serta mulutnya dilakban. “ Kasus tersebut telah ditangani polisi dan korban sudah dibawa ke Puskesmas Sakti. Barang bukti lakban dan borgol telah diamankan. Saat ini, polisi sedang melakukan lidik, “ kata Kapolres Pidie, AKBP Muhajir, SIK, MH.