Home » BERITA » Polri dan TNI Mengamankan Pelantikan Kepengurusan Mesjid di Beureuneun

Polri dan TNI Mengamankan Pelantikan Kepengurusan Mesjid di Beureuneun

Personil Polres Pidie di Bantu oleh Makodim 0102 Pidie mengamankan kegiatan pelantikan kepengurusan Mesjid Baitul A’ Lail Mujahiddin atau sering di sebut dengan Mesjid Abu Beureueh Beureuenun, Selasa (27/03/2018) sekira pukul 10.00 Wib.

Tribratanewspolrespidie ; Kepolisian Resor Pidie ( Polres Pidie) dibantu oleh Makodim 0102 Pidie melaksanakan pengamanan pelantikan kepengurusan Mesjid Baitul A’ Lail Mujahiddin atau sering di sebut dengan Mesjid Abu Beureueh Beureuenun, Selasa (27/03/2018) sekira pukul 10.00 Wib di Kompleks Mesjid Baitul A’Lalil Mujahiddin.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Waka Polres pidie Kompol Tirta Nur Alam SE, Kabag ops Polres Pidie Kompol July Efendy SE. Msi, Kasat Binmas Polres pidie Akp. Rahmat Nuzuludin, Kasat Intelkam Polres Pidie Iptu Andri Permadi,SIK, Kapolsek Mutiara an. Ipda Irwansyah, DR. Zaini Abdullah Mantan Gubernur Aceh sebagai Tamu undangan, Drs. Hasbi Abdullah, Tamu undangan dari Banda Aceh, Camat Mutiara an. Bakhri s.sos, Ketua yayasan Baitul A’lalil Mujahidin (Abu Beureueh), an. Zulkarnain Gamal, Para Panitia pihak Yayasan, Kanit Sosbud Sat Intelkam beserta  Anggota Unit Sosbud Sat Intelkam Polres Pidie dan Pihak Pengaman dari Polres Pidie dan di bantu Pers Kodim 0102 Pidie Lk sebnyak 250 orang.

Pada Pelantikan tersebut ada beberapa arahan dan pernyataan yang diberikan baik dari pihak Kepolisian maupun dari pihak pengurus dan Yayasan, diantara sebagai berikut ;

Dr.Hasannudin adan yang bertindak sebagai pihak yayasan mengatakan Rencana Acara pelantikan ini Sudah lama di rencanakan dan akan kita laksanakan pada hari ini, kita tidak bisa menunda – nunda lagi untuk acara pelantikan  ini.

Sementara Waka Polres pidie Kompol Tirta Nur Alam SE mengatakan ;
– Kami tdk bisa melarang pihak masyarakat untuk pelaksanaan zikir.
– Kita akan berbicara secara mediasi dan tujuan kami dalam hal ini semoga mencapai kesepakatan Untuk mencari jalan keluar yang baik,Bukan berarti kami melarang dari pihak Yayasan untuk melaksanakan acara pelantikan.
– Kita Berharap agar acara keduanya bisa bersinergi tidak berbentrokan anatar ke dua nya.

Dilanjutkan dengan pemberian arahan oleh Kabag ops Polres Pidie Kompol July Efendy SE. Msi, diantaranya;
– Bagi kami jangan ada sampai jadi keributan, kami dari pihak keamanan akan berupaya bernegosiasi dengan pihak masyarakat, karena kalau kami lakukan upaya paksa nanti akan merusak citra polri.
– Mohon dari pihak yayasan untuk bersabar kami akan berkoordinasi dengan pihak panitia zikir
– Saran kami sebagai aparat keamanan kami sudah melaksanakan Upaya- upaya, kami dari pihak kepolisian sudah beberapa kali mengadakan audiensi di Polres Pidie.

Sedangkan Penyampaian Kasat Intelkam Polres Pidie Iptu Andri Permadi,SIK adalah sebagai berikut ;
– Kami dari pihak kepolisian sebenarnya melakukan pengamanan untuk Acara Pelantikan pengurus Mesjid.
– Akan tetapi kami akan melaksanakan upaya semaksimal mungkin untuk bernegosiasi dengan pihak masyarakat.
–  Mesjid adalah Tempat ibadah, siapa saja bisa melaksanakannya dan tidak berhak bagi kita melarang nya apalagi ini Aceh,sangat rentan kalau kita bubarkan Acara agama.

Sekira pukul 12.00 Wib Perwakilan Pihak Masyarakat  menjumpai Pihak Yayasan, untuk bermusyawarah di ruang Guru Komplek yayasan Baitul A’lalil Mujahidin, Adapun hasil kesepakatan dalam pembicaraan tersebut sbb:*
-kita akan tetap bersabar Menunggu pelaksaan acara Agama (zikir) tersebut sampai selesai Acara.
– Kita telah sepakat untuk duduk bersama dan menjelaskan Sama Masyarakat apa tujuan pelantikan ini.
– Setelah shalat Zuhur kita akan duduk bersama dan berdiskusi untuk membahas masalah ini antara Perwakilan Pihak Yayasan dan Perwakilan Pihak Masyarakat.

Sekira pukul 13.30 Wib   Musyawarah pihak  Pelantikan pengurus Yayasan dengan pihak pengurus Mesjid versi Masyarakat yg di mediasi Oleh pihak kepolisian terkait Rencana pelantikan pengurus yayasan Baitul A’lalil Mujahidin (Abu bereueh)

Kemudian pihak Perwakilan Masyarakat dan Pihak Kepolisian keluar dari tempat musyawarah utk mencegah massa/masyarakat melakukan tindakan anarkis dan mencoba masuk ke dalam ruangan musyawarah. Akan tetapi dapat diantispasi dan diredam oleh pihak keamanan serta pihak dari masyarakat.

Adapun upaya dari Pihak Pengamanan Polres Pidie dan Brimob Polda Aceh yang di pimpin oleh Kabag ops, Kasat Binmas dan Kasat Ik, kasat Sabhara untuk Meredamkan Suasa Masyarakat yang agak sedikit memanas yang berdatangan secara  bergerombolan selanjutnya pihak keamanan Polres Pidie membawa Para Pihak Yayasan ke Mapolres Pidie agar tidak terjadi tindakan Anarkis dan akhirnya  Masyakat tersebut bisa di redam serta pulang kerumahnya masing2.