Home » BERITA » Polres Pidie Ringkus Lima Pelempar Bus

Polres Pidie Ringkus Lima Pelempar Bus

ssss

Ilustrasi Pelemparan Bus Anugerah BL 7580 PB di Kecamatan Trienggadeng Kab. Pidie Jaya , Sabtu (2/7)

Tribratanewspolrespidie.com ; Jajaran Polres Pidie yang bertugas di Polsek Trienggadeng, Pidie Jaya, Jumat (1/7) malam dan Sabtu (2/7) dini hari, meringkus lima pelaku pelemparan terhadap bus Kurnia dan Anugerah. Pemeriksaan sementara, para pelaku yang beraksi pada dua lokasi ini, mengaku hanya iseng.

Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK melalui Kaposek Trienggadeng, Ipda Mulyadi SH , Sabtu (2/7) mengatakan, kelima pelaku pelemparan bus angkutan Anugerah BL 7890 AA dan Kurnia BL 7580 PB, ditangkap setelah dua hari penyelidikan.

Mereka adalah, ZK bin Z (14), HD bin S (16), MI bin JF (16) MS bin AR(16), dan SB bin SY (17), asal warga Gampong Deah Ujong Pangwa. “Kelima pelaku pelemparan kedua bus tersebut masih berusia remaja,” sebut Mulyadi.

Dikatakan, dari hasil penyelidikan, ZK bin Z, HD bin SY, dan MI bin JF terlibat dalam aksi pelemparan bus Anugerah BL 7890 AA, di kawasan Gampong Mee Pangwa, Trienggadeng, Senin (27/6) sekira pukul 02.00 WIB.

Sementara MS bin AR, SB bin SY, dan ZK bin ZD terlibat aksi pelemparan bus Kurnia BL 7580 PB, di kawasan Gampong Teungkluet, Trienggadeng pada Selasa (28/6) malam sekira pukul 23.05 WIB. “Kelima pelaku mengakui melakukan pelemparan dengan motif sekedar iseng-iseng,” ungkap Kapolsek.

Kelima pelaku pelemparan bus angkutan lebaran itu, sampai kini masih diamankan di Polsek Trienggadeng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Sampai saat ini juga, Polsek telah menyiagakan personel di beberapa titik tikungan untuk melakukan patroli rutin dari aksi pelemparan bus serta tindak kriminal lainnya,” tukasnya

Terpisah, Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK, Sabtu (2/7) mengatakan, Polres Pidie telah menyebarkan personel polisi berpakaian preman di lokasi yang dinilai rawan terjadi pelemparan bus jelang mudik Hari Raya Idul Fitri. Pelemparan bus tersebut kerap dilakukan para remaja.

Kapolres menyebutkan, polisi yang disebarkan pada lokasi yang rawan terjadinya pelemparan bus berjumlah 50 orang. Terdiri atas 28 personel dari Polres Pidie dan sisanya dibackup anggota polsek. Ia mengatakan, kebijakan ini dilakukan pihaknya untuk memberikan kenyamanan kepada para pemudik, karena aksi pelemparan bus sering terjadi menjelang lebaran dan saat lebaran.

Kata M Ali Kadhafi, hasil informasi masyarakat bahwa adanya empat titik yang rawan terjadinya pelemparan bus di ruas jalan nasional. Yakni, Trienggadeng, Pidie Jaya dan Blang Malu, Kecamatan Mutiara Timur. Lalu, Kecamatan Padang Tiji, dan Grong-Grong.

“Kita minta kepada sopir bus untuk melaporkan jika jika menjadi korban pelemparan bus. Karena anggota polisi berpakaian preman akan menangkap pelaku,” katanya.

Dijelaskan, aksi pelemparan bus yang kerap kali dilakukan remaja itu motifnya iseng-iseng. Tidak tertutup kemungkinan adanya persaingan bus dengan memanfaatkan anak di bawah umur untuk melakukan tindakan kriminal. Masyarakat juga harus mencegah membantu polisi untuk menghentikan aksi pelemparan bus.

“Warga harus melaporkan kepada polisi jika mengetahui adanya pelemparan bus di sekitarnya. Para orang tua harus membimbing anaknya, agar tidak terlibat aksi pelemparan bus,” katanya.

Di sisi lain, Kapolres M Ali Kadhafi, menjelaskan, para sopir bus tidak ugal-ugalan membawa bus di jalan raya. Sopir harus istirahat jika rasa lelah dan ngantuk telah menyerang mereka. Sang sopir tidak memaksakan membawa bus dalam kondisi lelah dan ngantuk. “Imbauan kami sopir tidak ugal-ugalan, utamakan keselamatan daripada kecepatan. Karena kalau tidak hati-hati, bukan hanya sopir, tapi orang lain juga akan menjadi korban,” ujarnya