Home » BERITA » Polisi Obrak Abrik Lapak Judi Sabung Ayam di Sakti

Polisi Obrak Abrik Lapak Judi Sabung Ayam di Sakti

mmmmmmmmmmm

Salah Seorang Personil Polsek Sakti Bripka Ilhami Menggerebek Lapak Judi Sabung Ayam di Kecamatan sakti Kab.Pidie, Kamis (01/12/2016) sekira pukul 18.00 Wib.

Tribratanewspolrespidie ;  Tim Opsnal Res / Intel Polsek Sakti berhasil menggerebek Lapak Judi Sabung Ayam di Kebun Belakang Rumah Saed Zulfikar Bin Saed M. Ali, 45 thn, Swasta, Warga Gampong Lameue Raya Kecamatan Sakti Kab.Pidie pada Kamis (01/12/2016) sekira pukul 18.00 Wib petang kemarin.

Penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat setempat yang resah dan sering melihat sekelompok pemuda datang dengan menggunakan sepeda motor (sepmor) sambil membawa ayam jantan jenis Jago di Gampong tersebut.

Kemudian masyarakat pun melihat Kain Spanduk bekas yang berbentuk Petak seperti Ring Tinju sudah terpasang dilokasi.

Setelah melihat ke lapangan langsung masyarakat datang ke Mapolsek Sakti untuk melaporkan kegiatan penyakit masyarakat tersebut, setelah menerima laporan masyarakat tersebut, Tim Gabungan Polsek Sakti pun mendatangi Lokasi, namun para pelaku judi sabung ayam mengetahui kedatangan aparat dan langsung melarikan diri dengan membawa ayam jagonya ke berbagai arah.

Dari lokasi penggerebekan , polisi mengamankan 10 (sepuluh) Unit Sepmor yang digunakan pelaku sabung ayam sebagai alat transportasi dan menemukan arena sabung ayam layaknya seperti ring tinju.

Kapolsek Sakti Iptu Muhiddin yang di konfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan Praktek Judi Sabung ayam di Kecamatan Sakti sudah berlangsung selama 1 (satu) Bulan belakang ini, akan tetapi warga masih enggan melaporkan ke Polsek Sakti, namun pada Kamis (01/12) kemarin, ada masyarakat setempat yang terketuk hatinya untuk melaporkan kegiatan maksiat tersebut ke Polsek Sakti.

Berkat kerjasama yang baik antara Warga dan Polsek Sakti, Alahmdulillah Lapak Judi Sabung Ayam telah berhasil kita binaskan dan bagi penyabung ayam yang menggunakan Sepmor R2 yang telah kami amankan agar segera menyerahkan diri, kata Muhiddin.”