Home » BERITA » Polisi Mengamankan Ratusan Massa Demo Komisi A DPRK Pidie

Polisi Mengamankan Ratusan Massa Demo Komisi A DPRK Pidie

ratusan-massa-demo-dprk-kab-pidie

Kabag Ops Polres Pidie Kompol Apriadi, S.Sos, MM mengamankan Aksi Damai Ratusan Masyarakat di Depan Gedung DPRK Pidie, Kamis (20/10/2016) sekira pukul 10.40 Wib.

Tribratanewspolrespidie.com ; Aksi Orasi Masyarakat Pidie terhadap Anggota DPRK Pidie Komisi A terkait adanya penekanan dan ancaman yang dilakukan oleh Komis A terhadap KIP dan Panwaslih Kab. Pidie berlangsung pada hari Kamis (20/10/2016) sekira pukul 10.40 Wib di depan Gedung DPRK Kab.Pidie.

Massa yang berjumlah sekitar lebih kurang 500 orang tersebut dikoordinir oleh Afdal Daud dan Nadri Hamzah sementara yang bertindak sebagai orator Faisal dan Juhri.

Adapun Orasi yang yang disampaikan oleh sdra Faisal kepada Komisi A DPRK dalam aksi tersebut diantaranya ;

  1. Kami datang kesini menuntut akan janji pada hari ini bahwa untuk menghadirkan anggota Komisi A yang akan berhadapan dengan kami dan meminta penjelasan mengenai intervensi tugas penyelenggara KIP dan Panwaslih Pidie dengan mengeluarkan ancaman penyelenggara pilkada 2017.
  2. Kami mengetahui bahwa sebenarnya anggota Komisi A ada disini bukan alasan berangkat ke Jakarta keperluan Dinas, dan anggota DPRK Pidie harus netral dalam mengambil sikap khusus dalam masalah pilkada dengan tidak urusan dalam mengintervensi pihak penyelenggara pilkada KIP dan Panwaslih.
  3. Kami atas nama masyarakat Kab. Pidie menginginkan agar pemilu pada pilkada 2017 nantinya benar-benar pilkada yang bersih dan damai, jangan sampai menjadi pilkada 2017 yang adanya ancaman dan intimidasi yang dilakukan oleh anggota Komisi A kepada KIP dan Pawanslih sehingga dapat menimbulkan pilkada 2017 yang tidak bersih dan nyaman.
  4. Seandainya nantinya pada pilkada 2017 terjadi keributan antar pendukung maka kami masyarakat menuntut agar anggota DPRK Pidie yang harus bertanggung jawab.
  5. Kami meminta Komisi A harus meminta maaf kepada KIP, Panwaslih dan masyarakat dari perbuatannya yang telah mengancam dan menyalahkan pihak KIP dan Panwaslih untuk kepentingan dari salah satu balon Bupati Pidie.
  6. Komisi A harus meminta maaf kepada KIP, Panwaslih dan masyarakat melalui media massa dan koran serambi dimana sudah melakukan hal-hal yang telah salah besar karena kami sudah punya bukti dimana bukti ini akan kami tanyakan pada waktu 25 Oktober 2016 didepan Komisi A dan bapak Kapolres agar semua masyarakat mengetahui akan perbuatan dari anggota Komisi A DPRK Pidie.
  7. Masyarakat akan memberi waktu satu kali 24 jam untuk tanggapan dari pihak Komisi A terkait permasalahan yang terjadi saat ini.

Sementara itu Perwakilan dari Komisi A DPRK Pidie diwakili oleh Jamaluddin, SP dan ia pun menjawab beberapa pernyataan yang diajukan oleh massa tersebut yang diantaranya ;

  1. Saya sangat malu dan minta maaf serta kecewa karna surat perjanjian yang sudah saya buat untuk pada hari ini menghadirkan Ketua dan anggota Komisi A DPRK Pidie tidak bisa saya laksanakan.
  2. Ketua dan saya sudah berusaha untuk menghadirkan Ketua dan anggota Komisi A DPRK Pidie, akan tetapi anggota Komisi A tidak bisa hadir dan berjanji akan hadir pada tanggal 25 Oktober 2016.
  3. Saya pun merasa malu dan minta maaf kepada masyarakat dengan ketidak tepatan janji tersebut, akan tetapi Ketua dan saya akan berusaha untuk menghadirkan anggota Komisi A pada tanggal 25 Oktober 2016 nantinya .

Kemudian setelah orasi dilakukan, massa pun mengunci pintu Gedung DPRK Pidie dengan cara menggembok, lalu kunci gembok tersebut diserahkan ke pihak Polres Pidie

kbg-ops-2

Massa Mengucapkan Terima Kasih dengan Pelayanan Polri yang ada di Kab. Pidie tentang Pelaksanaan Aksi Unjuk Rasa Damai di Gedung DPRK Pidie, Kamis (20/10/2016) sekira pukul 10.40 Wib.

lalu Ketua DPRK Pidie pada saat dilakukan negosiasi dari pihak Polres Pidie agar berkenang untuk mengosongkan Gedung DPRK Pidie sesuai tuntunan dari masyarakat akan tetapi Ketua DPRK Pidie tidak mau mengikuti akan tuntutan masyarakat dan mengeluarkan kata-kata :

“Kami juga mempunyai massa dari tiap-tiap Kecamatan yang ada di Kab. Pidie, dan masa tersebut selalu siap apabila sewaktu-waktu di butuhkan untuk menghalau masa yang akan melakukan aksi pendemo tersebut”.

Kapolres Pidie AKBP M. Ali Kadhafi, SIK melalui Kabag Ops Polres Pidie Kompol Apriadi, S.Sos,MM mengatakan Agar Massa yang melaksanakan Unjuk Rasa di Gedung DPRK Pidie tetap menjaga Etika dan tata tertib dalam melaksanakan Aksi Unjuk Rasa, menggunakan bahasa yang sopan dan santun sehingga tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.