Home » BERITA » Petani Agen Togel Dibekuk Polisi di Warung Kupi

Petani Agen Togel Dibekuk Polisi di Warung Kupi

ggggggggggggggok

Agen Togel Rusli Bin Idris Alias Ali Li Cie, 52 thn, Petani , Warga Gampong Pueb Lueng Nibong Kecamatan Bandar Baru Kab.Pidie Jaya diamankan di Mapolsek Bandar Baru Kab.Pidie Jaya beserta barang bukti Uang sejumlah Rp260.000,- , Selasa (31/01/2017).

Tribratanewspolrespidie ; Tim Opsnal Res / Intel Polsek Bandar Baru berhasil membekuk Petani yang berprofesi sebagai Agen Togel a.n Rusli Bin Idris Alias Ali Li Cie, 52 thn, Petani , Warga Gampong Pueb Lueng Nibong Kecamatan Bandar Baru Kab.Pidie Jaya, Selasa (31/01/2017) sekira pukul 22.30 Wib.

Pelaku ditangkap berdasarkan laporan masyarakat Gampong Siren Kecamatan Bandar Baru Kab.Pidie Jaya yang sering melihat pelaku melakukan Transaksi Haram tersebut di salah satu warung Kupi milik Musfi, Warga Gampong Siren Kecamatan Bandar baru kab.Pidie Jaya.

Dari informasi tersebut tim pun melakukan penyelidikan di lokasi tepat pelaku sering melakukan aksinya.

Tepatnya, Selasa (31/01/2017) sekira pukul 22.30 Wib pelaku berhasil ditangkap polisi saat bertransaksi dengan salah seorang polisi yang menyamar sebagai pembeli, dengan lugunya pelaku pun melayani hamba hukum tersebut.

Kemudian saat pelaku mengeluarkan Repas Togel yang disimpannya di saku celananya, pelaku pun ditangkap polisi.

Kapolsek Bandar Baru AKP Agus Priadi, SH yang dikonfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan, pelaku sudah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Bandar Baru dengan nomor DPO / 10 / VIII / 2016 tanggal 25 Agustus 2016 berdasarkan Laporan Polisi LP / LP / 29 / VIII / 2016 tanggal 23 Agustus 2016.

 Untuk pengembangan lebih lanjut pelaku beserta barang 2 (dua) lembar kertas buku yang bertuliskan nomor togel, uang tunai sejumlah Rp.260.000 (dua ratus enam puluh) ribu rupiah dengan pecahan uang Rp.50.000 sebanyak 3 lembar dan uang Rp 10.000 ribu sebanyak 1 lembar serta uang pecahan Rp.20.000,-ribu sebanyak 5 lembar telah diamankan di Mapolsek Bandar Baru untuk penyelidikan lebih lanjut, kemudian setelah berkas pelaku telah lengkap nantinya akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Sigli untuk menjalani hukum cambuk sesuai Qanun Nomor 13 tahun 2003 tentang Maisir (PERJUDIAN) yang telah ditetapkan di Provisi Aceh, sebut Agus.”