Home » BERITA » Peringati Hari HIV / AIDS Sedunia, Ratusan Bhayangkari Pidie Ikut Sosialisasi

Peringati Hari HIV / AIDS Sedunia, Ratusan Bhayangkari Pidie Ikut Sosialisasi

dscf0072-ok

Ketua Pembina Bhayangkari Cabang Pidie Kapolres Pidie AKBP M. Ali Kadhafi, SIK didampingi Pegawai Dinas Kesehatan Kab.Pidie dr. Dwi Wijaya dan Kabid PMK Dinas Kesehatan Kab.Pidie Turno Junaidi, SKM, MKM membuka sosialisasi HIV / AIDS dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia di Kab.Pidie tahun 2016 di Gedung Persena Dhira Brata Mapolres Pidie, Senin (05/12/2016) sekira pukul 09.00 Wib.

Tribratanewspolrespidie ; Ratusan Bhayangkari Cabang Pidie mengikuti Sosialisasi HIV / AIDS dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia di Kab.Pidie tahun 2016 yang berlangsung di Gedung Parkir Serba Guna (Parsena) Dhira Brata Mapolres Pidie pada Senin (05/12/2016) sekira pukul 09.00 Wib.

Pada Kegiatan Sosialisasi tersebut, Bhayangkari Pidie mengundang 2 (dua) orang narasumber dari Pegawai Dinas Kesehatan Kab.Pidie yakni Kabid PMK Turno Junaidi, SKM, MKM dan dr. Dwi Wijaya.

Acara tersebut dibuka oleh Kapolres Pidie AKBP. M Ali Kadhafi, SIK dan dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Ny. Musniar Kadhafi serta Seluruh para Bhayangkari Pidie dilanjutkan dengan penyampaian sosalisasi oleh nara sumber Kabid PMK Turno Junaidi dan dr Dwi Wijaya

Dalam penyampaian sosialisasinya Kabid PMK Turno Junaidi, SKM, MKM menyampaikan beberapa hal diantaranya ; pengertian Human Immunodeviciency Virus atau yang sering dikenal dengan HIV dan  Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), cara Pencegahan HIV/ AIDS, dan Penularan Penyakit HIV/ AIDS.

Seperti yang disampaikan oleh Turno kepada para Bhayangkari Pidie,  HIV merupakan salah satu Virus menyebar kedalam tubuh penderita dengan merusak sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara mereplikasi ke semua sel tubuh sementara AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnnya sistem kekebalan tubuh oleh infeksi HIV.

AIDS terjadi setelah virus HIV masuk ke dalam tubuh seseorang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan bila sistem kekebalan tubuh seseorang sudah menurun, maka tubuh akan mudah terserang penyakit (infeksi oportunistik) yang berakibat fatal.

Sementara untuk penularannya bisa melalui penggunaan satu jarum suntik secara bergantian atau menggunakan jarum bekas, hubungan seks berganti – ganti pasangan tanpa kondom, dari Ibu yang terinfeksi kemudian melahirkan dan dari ibu ke anak melalui air susu.

Sedangkan pencegahannya HIV / AIDS bisa dilakukan dengan Abstinence ( Bagi yang belum menikah dianjurkan untuk Absen Seks), Be Faithful (saling setia pada pasangan masing – masing alias tidak gonta ganti pasangan, Condom (gunakan kondom bila terpaksa berhubungan seks dengan banyak pasangan, Don’t Inject (hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian dan tidak steril, khususnya untuk kegiatan narkoba) dan Save Equipment (hindari pemakaian segala alat / bahan tudak steril, misalnya alat cukur janggut dsb.

Disamping itu Intervensi Pencegahan yang sangat efektif yakni peningkatan ketahanan agam dan ketahanan keluarga, peningkatan upaya pencegahan / penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan keluarganya, pemberdayaan remaja dan generasi muda : ” say No to drugs and free sex”, pendidikan dan kesadaran untuk semua remaja perempuan dan laki – laki tentang HIV dan IMS, seksualitas dan hubungan seks, promosikan perubahan perilaku, gunakan pendekatan pendidikan sebaya, konseling dan tes darah secara sukarela dan mudah dijangkau dengan pendekatan khusus ke remaja, perempuan yang menjual seks, kelompok risiko lainnya, pengurangan dampak buruk untuk pengguna narkoba suntik (jarum suntik steril) dan program pemulihan dan pastikan penyediaan darah transfusi yang aman.

Acara pun dilanjutkan dengan tanya jawab oleh Bhayangari kepada para nara sumber dan di akhiri dengan syukuran bersama.