Home » BERITA » Pemasang Perangkap Listrik Segera Dituntut

Pemasang Perangkap Listrik Segera Dituntut

Pemasang Perangkap Listrik Segera Dituntut

Foto Perangkap Tikus yang menggunakan Listrik

Sigli ;  Polsek Meureudu, Pidie Jaya menuntaskan pemberkasan kasus tewasnya Ainiah binti Usman (57) warga Gampong Kuta Trieng Beuracan, Meureudu pada Rabu, 9 September 2015 lalu yang tersengat kabel listrik untuk perangkap tikus yang diduga dipasang oleh petani bernama Fauzi Gani (47), yang juga warga gampong setempat.

“Saat ini kasus tersebut telah memasuki tahap penuntutan di tingkat Kejaksaan,” sebut Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH melalui Kapolsek Meureudu, Pidie Jaya, AKP T Muhammad, Minggu (31/1).

Ia menyebutkan, pelaku bernama Fauzi bin Gani (45) Jumat (29/1) telah diserahkan kepada kejaksaan bersama berupa barang bukti. Ia ditahan guna memudahkan proses persidangan.

“Perbuatan atau kelalaian pelaku telah menyebabkan hilangnya nyawa manusia. Hal ini diatur dalam pasal 359 KUHP tentang hal yang menyebabkan mati atau terlukanya orang lain karena kelalaian seseorang. Pelaku terancam kurungan penjara maksimal lima tahun,” ujarnya.

Beberapa hari setelah kasus ini mencuat, polisi langsung menahan pelaku, dan membongkar seluruh kabel listrik perangkap tikus yang masih terpasang secara di hampir seluruh areal persawahan di wilayah Meureudu.

Ternyata, petani di kawasan Meureudu dan sekitarnya, banyak dan telah lama melakukan pemasangan perangkap menggunakan kabel bertegangan tinggi untuk membunuh hama tikus yang biasa menyerang padi mereka.

Anehnya, hal ini tidak tidak menjadi perhatian Pemkab dan PLN setempat, dan setelah adanya korban jiwa, baru pemerintah mensosialisasikan cara membunuh tikus dengan bahan yang ramah lingkungan..

Seperti diberitakan sebelumnya, Ainiah binti Usman (57) Warga Gampong Kuta Trieng Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Rabu (9/12) pukul 06.30 WIB meninggal dunia akibat tersengat arus listrik perangkap tikus yang dipasang di areal persawahan gampong setempat, saat korban hendak turun ke sawah, yang saat itu memasuki masa tanam rendengan.

Saat menyusuri pematang sawah, korban berjalan bersama rekan sesama petani lainnya, Andian binti M Gade (55). Andian juga menginjak kabel maut itu saat ia berusaha menolong Ainiah. Namun nasib Andian lebih baik dari Ainiah, karena setelah dilarikan ke RS terdekat, nyawanya berhasil diselamatkan