Home » BERITA » Mengaku Polisi, Nelayan Bireuen di Amankan di Mapolsek Meureudu Setelah Menipu Wanita Pidie Jaya Sebesar Rp 93 Juta

Mengaku Polisi, Nelayan Bireuen di Amankan di Mapolsek Meureudu Setelah Menipu Wanita Pidie Jaya Sebesar Rp 93 Juta

Kapolsek Meurudue AKP Aditia Kusuma, SIK bersama pelaku Penipuan Penerimaaan PNS dan Berkedok sebagai anggota Polri berinisial HS (37), Nelayan, Warga Gampong Blang Tumuleh Kec. Simpang Mamplam Kab. Bireun beserta barang bukti sisa hasil penipuan sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu) dan 1 (satu) Unit Hp Merk Samsung dan 1 (satu) buah dompet warna coklat telah diamankan di Mapolsek Meureudu, Senin (19/02/2018) sekira pukul 22.00 Wib, malam tadi.

Tribratanewspolrespidie ; Tim Opsnal Unit Intelkam dan Reskrim Polsek Meureudu berhasil mengamankan seorang pelaku Penipuan Penerimaaan PNS dan Berkedok sebagai anggota Polri berinisial HS (37), Nelayan, Warga Gampong Blang Tumuleh Kec. Simpang Mamplam Kab. Bireuen, Senin (19/02/2018) sekira pukul 22.00 Wib di Jalan Gampong Kuta Trieng Kecamatan Meureudu Kab.Pidie Jaya.

Penangkapan pelaku berawal dari laporan korban bernama Fatimawati Binti Umar (38), Mahasiswi, Warga Gampong Mulieng Kecamatan Meureudu Kab.Pidie Jaya kepada Kapolsek Meureudu AKP Aditi Kusuma, SIK, Senin (19/02) tentang penipuan yang dilakukan oleh HS terhadap dirinya pada bulan Oktober 2017 yang lalu.

Kejadian tersebut bermula saat HS pada tanggal 19 Februari 2018 sekira pukul 13.00 wib menelepon korban untuk meminta uang tambahan sebesar Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) untuk mengurus korban agar menjadi PNS di wilayah Kab.Pidie Jaya, namun adik korban bernama Wahyulillah Bin Umar (24), Wiraswasta, Warga Gampong Mulieng Kecamatan Meureudu Kab.Pidie Jaya merasa curiga dengan gelagat pelaku dikarena sebelumnya kakak korban telah menyetor sejumlah uang kepada pelaku pada tahun 2011 sebesar Rp 60.000.000 dan bulan oktober sebesar Rp.33.000.000 ( tiga puluh tiga juta rupiah), akan tetapi sampai saat ini kejelasan tentang pengangkatan PNS dirinya juga belum jelas.

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK melalui Kapolsek Meureudu AKP Aditia Kusuma, SIK saat di konfrimasi oleh humas polres pidie mengatakan benar telah diamankan seorang nelayan yang mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Mapolsek Mutiara Timur Polres Pidie bernama HS (37), namun setelah di Cek di Polsek Mutiara Timur, HS bukanlah seorang Polisi yang bertugas disana.

HS ditangkap setelah menipu salah seorang wanita bernama Fatimawati Binti Umar (38), Mahasiswi, Warga Gampong Mulieng Kecamatan Meureudu Kab.Pidie Jaya dengan mengiming – imingkannya bisa meluluskannya menjadi seorang PNS di wilayah Kab.Pidie Jaya, sebut AKP Aditia.”

Dengan meminta sejumlah uang tunai dari korban mulai dari penyetoran awal Rp 60.000.000 ( enam puluh juta rupiah) pada tahun 2011 dan Rp 33.000.000 ( tiga puluh tiga ) juta rupiah di bulan Oktober 2017, korban tak juga diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil di wilayah Kab.Pidie Jaya sampai saat ini.

Merasa dirugikan sebesar Rp 93.000.000, korban pun melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke Polsek Meureudu. Tepatnya pada Senin (19/02/2018), pelaku berhasil di tangkap di Jalan Kuta Trieng Kecamatan Meureudu Kab.Pidie dan polisi hanya menemukan uang sisa hasil penipuan pelaku sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) di Dompet saku miliknya.

Saat dimintai keterangan oleh penyidik, pelaku mengaku uang hasil penipuannya telah digunakan untuk berfoya – foya dan bermain judi Bola. Kasus ini telah ditangani di Mapolsek Meureudu dan untuk pelaku akan di jerat dengan pasal 378 KUHP, sebut Mantan Kanit 3 Sat PJR Dit Lantas Polda Aceh tersebut.”