Home » BERITA » Kapolsek Membantu Memediasi Hak Asuh Anak di Bandar Dua

Kapolsek Membantu Memediasi Hak Asuh Anak di Bandar Dua

si zul ok

Kapolsek Bandar Dua Ipda Faisal, SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Bandar Dua Bripka Zulkifli, S.Pd membantu memediasi Hak Asuh Anak di Mapolsek Bandar Dua, Senin (08/11/2017) sekira pukul 14.00 Wib.

Tribratanewspolrespidie ; Kepolisian Sektor Bandar Dua ( Polsek Bandar Dua) bersama P2TP2A Kab.Pidie Jaya membantu memediasi Hak Asuh Anak antara ayah kandung bernama Muhammad Bin Mustafa, 32 thn, Wiraswasta, Warga Gampong Beurasan Kecamatan Bandar Dua Kab.Pidie Jaya dan Ibu Kandung bernama  Marliza Binti Rusli, 32 thn, Ibu Rumah Tangga, Warga Gampong Tanjung Tualang Kecamatan Perlak Barat Kab.Aceh Timur, Senin (08/11/2017) sekira pukul 14.00 Wib.

Kejadian tersebut bermula saat ibu kandung bernama Marliza Binti Rusli pergi ke rumah orang tua mantan suaminya yang berada di Gampong Beurasan Kecamatan Bandar Dua Kab.Pidie Jaya, Senin (08/11), guna menjemput buah hatinya bernama Muhammad Aidil (6) yang selama ini di asuh oleh orang tua mantan suaminya tersebut, kemudian Marliza ( Ibu Kandung) Muhammad Aidil meminta untuk mengasuhnya tetapi mantan suaminya tidak memberikan anak tersebut untuk di asuhkan, selanjutnya Marliza meminta bantuan ke pihak Kepolisian Sektor Bandar Dua untuk memediasi permasalahan tersebut.

Kapolsek Bandar Dua Ipda Faisal, SH melalui Kanit Reskrim Bripka Zulkifli, S.Pd mengatakan benar telah dilakukan mediasi tentang Hak Asuh Anak di Mapolsek Bandar Dua oleh Kapolsek Bandar Dua Ipda Faisal, SH, Ketua P2TP2A Kab.Pidie Jaya Mutia, Kanit Reskrim Polsek Bandar Dua Bripka Zulkifli, S.Pd, Anggota P2TP2A Kab.Pidie Jaya Nyak Malik Winah, Kepala Gampong Beurasan Anwar Ishak serta Sekdes Gampong Beurasan Kecamatan Bandar Dua Kab.Pidie Jaya.

Hasil mediasi, Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai tanpa ada paksaaan dari pihak manapun, Pihak Pertama bersedia memberikan anak tersebut kepada Ibu Kandungnya, yaitu Pihak Kedua untuk di asuhkan kemudian selama pengasuhan oleh pihak kedua yaitu ibu kandung anak tersebut, pihak kedua memberikan keleluasaan kepada ayah kandungnya yaitu pihak pertama untuk mengunjungi anaknya dan pihak pertama bersedia menanggung biaya kehidupan anak sesuai kemampuannnya dan apabila terjadi pelanggaran selama di asuh oleh pihak kedua, maka anak tersebut akan dikembalikan kepada ayah kandungnya yaitu pihak pertama serta pihak kedua bersedia di tuntut sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI, sebut Mantan Kanit SPKT Polsek Bandar Dua tersebut.”