Home » BERITA » Kapolsek Bandar Baru Melarang Warganya Membakar Hutan Dengan Membuat Imbauan

Kapolsek Bandar Baru Melarang Warganya Membakar Hutan Dengan Membuat Imbauan

hhhhhh

Kapolsek Bandar Baru Iptu Agus Priadi, SH menempelkan Imbauan tentang Larangan Pembakaran Hutan di Wilayah Kecamatan Bandar Baru, Selasa (11/10/2016).

Tribratanewspolrespidie.com ;  Memberikan Imbauan kepada Warganya tentang Larangan Pembakaran Hutan di Wilayah Kecamatan Bandar Baru Kab.Pidie Jaya dilaksanakan oleh Kapolsek Bandar baru Iptu Agus Priadi, SH, pada Selasa (11/10/2016) sekira pukul 10.00 Wib.

Kegiatan tersebut dilakukan dikarenakan semakin maraknya pembukaan lahan kebun / hutan dengan cara membakar oleh warga sekitar sehingga mengakibatkan rusaknya populasi dan lingkungan serta terjadinya kebarakan hutan yang mengakibatkan terjadinya polusi udara dengan demikian kesehatan pun akan terganggu.

Dengan Mengacu pada Undang – undang Nomor 18 tahun 2014 Ayat (1) yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja membuka atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang mengakibatkan terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara 10 thn / denda 10 Milyar, Mantan Kapolsek Mutiara tersebut pun berinisiatif membuat Himbauan dan menempelkannya di tempat – tempat keramaian, terutama di tempat – tempat yang dekat dengan lahan / kebun.

Adapun Imbauan yang diajukan oleh Kapolsek Bandar Baru kepada warganya adalah sebagai berikut ;

  1. Terhadap para pembuka lahan pemula untuk tidak membakar sembarangan sisa dari semak – semak yang di tebang.
  2. Terhadap para pemilik kebun / lahan hutan untuk tidak membakar semak – semak hasil dari pembersihan lahan.
  3. Apabila melakukan pembakaran agar benar – ebnar di jaga jangan sampai api membesar dan dapat membakar lahan.
  4. Apabila terjadinya kebakaran lahan seperti maksud diatas, maka pembakar lahan dapat di proses hukum dan di tuntut sesuai dengan undang – undang nomor 18 tahun 2014 pasal 48 ayat (1) dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dan denda 10 milyar rupiah.