Home » BERITA » Kapolres Pidie Pimpin Kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam

Kapolres Pidie Pimpin Kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam

Tribratanewspolrespidie.com |

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar S.I.K memimpin kegiatan Rapat Koordinasi bersama Instansi terkait dalam rangka pembentukan Tim Penanggulangan Bencana Alam di Kabupaten Pidie. Kamis (16/01/2020). Pukul 09.00 WIb.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRK Pidie, Kajari Kab. Pidie, Kepala BPBD Kab. Pidie, Dandim 0102 Pidie, Bupati Pidie yang mewakilinya, Waka Polres Pidie, para pejabat utama Polres Pidie, para Danramil sejajaran Wilkum Polres Pidie dan para Kapolsek sejajaran Polres Pidie serta para camat sejajaran Pemerintah Kab. Pidie.

Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana Kab. Pidie  yang dilaksanakan oleh Polres Pidie dalam rangka untuk memaksimalkan penanganan bencana alam apabila terjadi di wilayah Kab. Pidie.

Dalam arahannya, Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar S.I.K mengajak kepada seluruh instansi terkait untuk memaksimalkan kegiatan ini dan segera membentuk Tim Satgas Penanganan Bencana Alam khususnya di Wilayah Kab. Pidie.

Saling berinteraksi dalam mengatisipasi peristiwa tersebut serta memahami resiko mungkin di wilayah lain banjir bisa terjadi secara tiba, maka kita harus kesiapsiagaan cepat mengambil tindakan dalam peristiwa jika sudah terjadi. Melakukan penataan rawan bencana di Wilkum Pidie ini.

“Hasil Vicon yang di sampaikan oleh Kapolri agar para jajaran agar melaksanakan Rakor ini, terus meningkatkan penanggulangam bencana secara tepat, dengan melaksanakan Apel kesiapan personil dan pengecekan alat” yang dibutuhkan dalam menanggulangi bencana yang terjadi. Serta melaksanakan Latihan Simulasi dan meningkatkan Laporan penataan Rawan Bencana di wilkum Pidie, menetapkan dan menurunkan Resiko Bencana di Wilkum Polres Pidie”. Imbuh Kapolres Pidie.

Dengan Arahan Bupati Pidie yang mewakilinya, Rapat penanggulangan Bencana ini suatu Kewajiban kita dalam mencegah bencana di Wilkum Pidie sebelum terjadi. Membuat suatu komitmen untuk mencegah bencana sebagai tanggung jawab kita bersama, bencana itu suatu yang tidak kita inginkan tetapi sewaktu” tidak menutup kemungkinan bencana akan terjadi. Namun Langkah yang harus kita lakukan yaitu kita harus menetapkan siapa yang menjadi penanggung jawab, yaitu pemerintah Kab. Pidie yang menjadi penanggung jawab.

Meningkatkan sinegritas dan mendukung dana mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan bencana, menggerakkan masyarakat menjaga lahan yang sudah ditentukan atau yang memang menjadi rawan bencana, agar kedepan dapat terhindar. Jadilah kita pengganti nenek moyang yang dapat mencegah dan menjaga alam di Wilkum Pidie ini dan utamakan kita memberikan perlindungan kepada masyarakat jika bencana terjadi.

Dengan arahan dari Kajari Kab. Pidie, “menurut prediksi BNKG cuaca Sangat Ekstrim semua kegiatan ini bisa kita laksanakan bersama tidak harus di limpahkan kepada pemerintah saja, kita harus ada kesadaran dan mengajak masyarakat dan anak anak sekolah juga harus kita beri bimbingan dan  memang Cuaca panas tapi tidak menutup kemungkinan bencana terjadi, baik Banjir Longsor dan sebagainya”.

Pada kesempatan iti Dandim 0102 Pidie juga menyampaikan ” Bencana Alam yang terjadi dari 2004 sd 2020 itu sudah terjadi 9 kali dan yang paling parah di daerah kita yaitu pada tahun 2011 yang terjadi di Tangse yaitu banjir Bandang dan memakan kurang lebih 100 jiwa yang MD dan yang LB LR kurang lebih 600 jiwa”.

Maka apabil bencana terjadi kita harus kita waspadai landasan hukum dan siapa yang menjadi tanggung jawab, mengantisipasi bencana perlu gelar Pasukan sejauh mana kesiapan dan jangan sampai bencana terjadi bahan/alat malah rusak dan tidak bisa di pakek. Imbuhnya.

Adapun anggota DPRK Pidie juga memberi arahan, di Wilkum Kab. Pidie ini banyak penggunungan lautan maka sangat rawan dengan bencana Alam, kita harus ada manajemen dalam penanggulangan bencana. Saling kerjasama dalam menghadapi jika bencana terjadi baik setelah terjadi, supaya masyarakat tetap terlindungi maka dari itu harus memperkuat kerjasama dan saling mebantu sama yang lain.

Menurut Kepala BPPD Pidie prediksi ancama bencana kedepan semakin parah kita dapat menghidupkan kembali ekspo bencana dan elemen” yang sudah ditetapkan oleh BPPD, Apabila terjadi suatu bencana , BPPD tidak hanya menanggulangi tetapi gimana membangkitkan/membangun lagi misalmya seperti kebakaran , yaitu dengan membantu dengan dana yang ada di BPPD.

“Sekarang menjadi rawan bancana yaitu jalan Tangse, Sakti yaitu pembuangan sampah sembarangan sehingga apabila hujan deras maka sampah akan menjadi sumbat dan akan tergenang air meluap hingga menjadi banjir, maka mari kita saling mengingatkan untuk menjaga lingkungan disekitarnya dan untuk tidak terjadinya kebanjiran di tempat rawan Bnajir”. Demikian arahan dari Kepala BPPD Pidie. (IN).