Home » AGENDA KAPOLRES » Kapolres Pidie AKBP Muhajir, SIK, MH Menghadiri Coffe Morning dan Rapat Koordinasi di Pendopo Wakil Bupati Pidie

Kapolres Pidie AKBP Muhajir, SIK, MH Menghadiri Coffe Morning dan Rapat Koordinasi di Pendopo Wakil Bupati Pidie

Kapolres Pidie AKBP Muhajir, SIK, MH Menghadiri Coffe Morning dan Rapat Koordinasi di Pendopo Wakil Bupati Pidie

Kapolres Pidie AKBP Muhajir, SIK, MH Menghadiri Coffe Morning dan Rapat Koordinasi di Pendopo Wakil Bupati Pidie.

Kapolres Pidie AKBP Muhajir, SIK, MH Menghadiri Coffe Morning dan Rapat Koordinasi Unsur Muspida Plus Kab. Pidie di Pendopo Wakil Bupati Pidie pada hari Rabu tanggal 30 September 2015 sekira pukul 09.30 Wib untuk Menindaklanjuti Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Nomor 09 Tahun 2014 tanggal 25 Juni 2014 tentang Pemahaman, Pemikiran, Pengalaman dan Penyiaran Agama Islam Di Aceh Yang Meminta Pemerintah Untuk Segera Menutup Pengajian, Penyiaran dan Ceramah Yang difatwakan sesat oleh MPU Aceh Seperti Pengajian Kelompok Salafi di Gampong Pulo Raya Kecamatan Titue Kab. Pidie dan ditempat lainnya serta melarang aktivitasnya.

Rapat tersebut di Pimpin oleh Wakil Bupati Pidie Bapak M. Iriawan, SE. dan dihadiri oleh Unsur Muspida Plus Kab. Pidie, dalam Rapat tersebut Pemerintah Kabupaten Pidie beserta Seluruh Unsur Muspida Plus ( Forkomda ) Menghimbau Kepada Masyarakat sebagai berikut :

  1. Kepada Pimpinan Salafi Gampong Pulo Raya Kecamatan Titue Untuk Menutup Dan Menghentikan Kegiatan Pengajian, Penyiaran Dan Ceramah Di gampong Pulo Raya Sesuai Fatwa MPU Aceh Nomor : 09 Tahun 2014;
  2. Meminta kepada masyarakat untuk tidak mengikuti pengajian, ceramah, penyiaran dan diskusi yang menyimpang dari ajaran islam seperti yang tertuang dalam fatwa MPU Aceh Nomor 09 Tahun 2014;
  3. Kepada orang tua (wali) untuk melarang anaknya mengikuti pendidikan dan kegiatan lainnya yang mentimpang dari islam;
  4. Meminta kepada semua pihak untuk bersama – sama menjaga ketertiban, kedamaian dan ukhuwah;
  5. Meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing dan terpengaruh dengan isu – isu keagamaan dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat menimbulkan hal – hal yang tidak diinginkan;
  6. Meminta kepada orang – orang yang terlanjur mengikuti ajaran yang menyimpang untuk segera bertaubat dan membekali diri dengan ajaran islam yang benar;
  7. Kepada Pihak – Pihak yang tidak sependapat dengan Fatwa MPU Aceh Nomor 09 Tahun 2014 dapat mengajukan keberatan kepada MPU Aceh.

Acara tersebut selesai pada pukul 11.30 Wib berjalan aman dan lancar

3 4