Home » BERITA » Kabag Ops Wakili Kapolres Bantu Selesaikan Sengketa Lahan Warga Kulee dengan PT Saman Citra Agung di Meunasah Kulee

Kabag Ops Wakili Kapolres Bantu Selesaikan Sengketa Lahan Warga Kulee dengan PT Saman Citra Agung di Meunasah Kulee

lllll

Kabag Ops Polres Pidie Kompol Apriadi, S.Sos memberikan penjelasan kepada Warga Kulee di Meunasah Kulee Kec. Batee Kab.Pidie, Rabu (20/07/2016) sekira pukul 19.30 Wib.

Tribratanewspolrespidie .com ; Sekitar 700 (tujuh ratus) Warga Kulee berkumpul di Meunasah Kulee Kecamatan Batee Kab. Pidie, Rabu (20/07/2016) sekira pukul 19.30 Wib waktu setempat.

Hadirnya Warga Kulee tersebut tak lain untuk mencari solusi dan mendengarkan sosialisasi dari pihak Kepolisian Resor Pidie atasnama Kapolres Pidie yang diwakili oleh Kabag Ops Kompol Apriadi, S.Sos didampingi Kapolsek Bate Iptu Much Haji tentang sengketa lahan tanah dengan PT. Samana Citra Agung.

Dalam Sosialisasi dan Duk Pakat Masyarakat Kulee tersebut turut juga dihadiri oleh Geuchik Gampong Kulee Mahdi Gadeng, Sekdes Gampong Kulee Nazaryadi serta Mukim Gampong Kulee, para Tomas, Toga dan Todat Gampong Kulee Kecamatan Batee Kab. Pidie.

Dalam kegiatan tersebut masyarakat Gampong Kulee Kecamatan Batee Kab. Pidie menyampaikan beberapa hal diantaranya ;

  1. Masyarakat merasa tanah miliknya di rampok oleh PT. Samana Citra Agung
  2. Masyarakat merasa dirugikan karena pihak PT. Samana Citra Agung tidak mau mengganti rugi keseluruhan tanah milik warga Kulee.
  3. Warga tidak puas dengan pembelian tanah yang di lakukan oleh PT. samana Citra Agung karena dilakukan dengan cara paksa.
  4. Warga Kulee sangat setuju dengan segera didirikannya PT. Semen Indonesia, akan tetapi warga tidak mau lagi berurusan dengan PT. Samana Citra Agung.
  5. Warga Kulee tidak mau membuat laporan resmi ke Polsek / Polres dalam sengketa ini karena mayoritas warga Kulee menginginkan masalah ini diselesaikan secara Adat / Duk Pakat.
  6. Masyarakat menginginkan PT. Samana Citra Agung menghentikan operasionalnya selama masih ada tersangkut sengketa dengan warga.
  7. Masyarakat merasa PT. Samana Citra Agung telah menzolimi masyarakat Kulee mulai tahun 1992 s/d 2016.
  8. Pada saat dilakukan pengukuran batas tanah oleh PT. Samana Citra Agung masyarakt Kulee tidak mengetahuinya dan terkesan ada Rahasia.
  9. PT. Samana Citra Agung memaksa warga Kulee agar menyerahkan sertifikat tanah miliknya dengan dibekingi pihak aparat dari TNI.

sementara Kapolres Pidie AKBP M. Ali Kadhafi, SIK yang diwakili Kabag Ops Polres Pidie Kompol Apriadi, S.Sos menanggapi keluhan dan saran masyarakat Kulee tersebut dan ia menyampaikan beberapa hal diantaranya ;

  1. Masih adanya Mis Komunikasi antara warga Kulee dengan PT. Samana Citra Agung, masalah batas tanah dan hak resmi  tanah sesuai dengan undang – undang yang berlaku.
  2. Hindari Perpecahan antara sesama warga Kulee dengan membuat Blok – Blok / Kelompok masing – masing.
  3. Agar masyarakat yang merasa tanahnya diambil / dirampas oleh PT. Samana Citra Agung, segera membuat Laporan ke Polres atau Polsek setempat untuk ditindaklanjuti dan diselesaikan segera.
  4. Polisi hanya bisa memfasilitasi warga kulee untuk menemui pihak PT. Samana Citra Agung dalam hal menyelesaikan sengketa tanah secara kekeluargaan / adat.
  5. Pihak PT. Samana Citra Agung akan mengutamakan  Rekrutmen tenaga kerja dari masyarakat Gampong Kulee Kec. Batee dan Gampong Cot Kecamatan Muara Tiga Kab.Pidie.
  6. Usahakan jangan ambil keputusan sendiri – sendiri dalam masalah sengketa tanah di Gampong Kulee dan ambil langkah – langkah koordinasi dengan para tokoh2 desa.
  7. Utamakan Musyawarah dan Mufakat dalam menyelesaikan masalah sengketa di Gampong kulee ini.
  8. Kami akan memberikan keleluasaan kepada warga Kulee untuk menyelsaikan persoalan ini dengan jalur adat istiadat sesuai dengan Qanun yang telah ditetapkan di Aceh, bila belum menemukan titik terang silahkan mengambil jalur hukum dan kami siap membantu untuk menyelesaikannya.

” Insya Allah saya akan membantu dengan memberikan jalan keluar, agar persoalan yang timbul di masyarakat Gampong Kulee segera terselesaikna tanpa adanya jatuh korban dari salah satu pihak, Ujar Mantan Kasat Intelkma Polresta tersebut.”