Home » BERITA » Kabag Ops ; Rapat Penanggulangan Bencana Alam Gempa Pijay Berlangsung di BPBD Pidie

Kabag Ops ; Rapat Penanggulangan Bencana Alam Gempa Pijay Berlangsung di BPBD Pidie

aas

Kepala BNPB RI Willem Rampangilei, Plt Bupati Pidie dr. MUnawar, mA, Kabag Ops Polres Pidie Kompol Apriadi, S.Sos, Sekda Kab.Pidie, para Asisten Kab.Pidie, Ketua Pelaksana BPBD Kab.Pidie Apriadi, S.Sos dan para Muspika Se Kabupaten Pidie melaksanakan Rapat Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi di Aula Kantor BPBD Kab.Pidie, Senin (12/12/2016) sekira pukul 20.00 Wib.

Tribratanewspolrespidie ; Rapat  Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi di Aula BPBD Kab.Pidie yang terjadi pada tanggal 07 Desember 2016 di Kab.Pidie Jaya berlangsung pada Senin (12/12/2016) sekira pukul 20.00 Wib di Kantor BPBD Kab.Pidie.

Rapat yang dihadiri sekitar 300 ( tiga ratus) Peserta tersebut dibuka oleh Plt. Bupati Pidie dr. Munawar, M.A, M.Si

Dalam sambutannya, Plt Bupati Pidie menyampaikan beberapa hal diantaranya ;

  1. Dalam menangani korban musibah gempa  bumi di Kab.Pidie Jaya harus betul – betul dan serius dan ikhlas.
  2. Pemerintah pusat sangat serius menangani tentang bencana alam gempa bumi yang terjadi pada hari rabu tanggal 07 Deseember 2016 kemarin.
  3. Datakan kembali masyarakat / korban jiwa yang terkena musibah bencana alam gempa bumi, rumah, mushallah, mesjid atau bangunan lainnya yang falid.
  4. Data akurat dan falid akan diteriam besok paling lambat pukul 16.00 Wib.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia Willem Rampangilei menyampaikan beberapa diantaranya ;

  1. Perlu penanganan dengan cepat oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap korban jiwa, demikian juga terhadap rumah, mushalla, mesjid dan gedung pemerintahan baik rusak ringan maupun rusak berat yg terjadi Bencana alam gempa buni di kab pijay.
  2. Kemudian tanggap darurat bencana alam gempa bumi di kab pijay di berlakukan mulai tgl 07 s/d 21 Des 2016.
  3. Kemudian Tanget pelayanan trhdp korban musibah bencaba alam baik dgn mendirikan tenda2 layak di pakai, dukungan air minum, Suplai air bersih.
  4. Banyak juga anak2 dan ibu2 yang trauma sehingga memelurkan penanganan yang serius.
  5. Tim kesehatan keliling hrs ada
  6. Pembangunan dan rehab rumah yg rusak ringan serta rusak berat, pemerintah akan mengganti dengan cara srimulan dengan tarif perumah Rp. 40 juta.
  7. Mesjid, mushalla, rumah dan bangunan infrastruktural harus dibangun kmbali dan juga penanganan Listrik harus segera dan juga peralatan seperti alat berat untuk lebih cepat proses.

Sedangkan Sekda Kab.Pidie H. Amiruddin, SE, M.Si menyampaikan perihal agar dilakukan pengecekan kembali kerusakan terhadap korban jiwa atau rumah yang rusak ringan dan rusak berat juga mushalla, mesjid dan bangunan lainnya seperti yang terjadi di Kecamatan Glumpang Tiga, Simpang Tiga, Kembang Tanjung, Peukan Baro, Glumpang baro, Tiro, Padang Tiji, Tangse, Kota Sigli, Grong – Grong, Muara Tiga, Indrajaya, Sakti, Pidie, Mutiara, Batee dan Mutiara Timur.

Data paling lambat kami terima pada tanggal 13 Desember 2016 sekira pukul 16.00 Wib.

Kemudian Kapolres Pidie AKBP M. Ali Kadhafi, SIK yang diwakili Kabag Ops Kompol Apriadi, S.Sos, MM mengatakan ; Permasalahan data base terhadap pengungsi juga kerusakan rumah, mesjid dan bangunan lainnya baik rusak ringan dan rusak berat harus akurat dan riil jangan sampai failed serta laporkan ke Posko Bencana Alam paling lambat Rabu tanggal 13 Desember 2016 sekira pukul 16.00 Wib.