Home » BERITA » Kabag Ops Pimpin Mediasi Antara PT Semen Indonesia dengan Masyarakat Gampong Cot

Kabag Ops Pimpin Mediasi Antara PT Semen Indonesia dengan Masyarakat Gampong Cot

pak aprtiadi 3

Kabag Ops Polres Pidie Kompol Apriadi, S.Sos memimpin langsung Mediasi antara PT Semen Indonesia dengan Warga Gampong Cot Kecamatan Muara Tiga Kab.Pidie, Senin (12/07/2016) sekira pukul 09.00 Wib.

Tribratanewspolrespidie.com ;   Rapat koordinasi / Musyawarah Mengenai Persamaan Persepsi  antara Keuchik Gampong Cot Kecamatan Muara Tiga dengan Tokoh masyarakat Warga Gampong Cot Kecamatan Muara Tiga Kab.Pidie tentang pembangunan PT Semen Indonesia di desa tersebut pada Senin (11/07/2016) sekira pukul 09.00 Wib berlangsung tegang.

Pasalnya sekitar 100 (seratus) warga Gampong Cot mendatangi Kantor Camat Muara Tiga Kab.Pidie, pada Senin (11/07/2016) untuk memperoleh informasi yang jelas dan akurat tentang pembangunan PT. Semen Indonesia terutama masalah pembebasan tanah milik warga setempat yang belum tuntas

Adalah Kabag Ops Polres Pidie Kompol Apriadi, S.Sos yang bertindak sekaligus memimpin Mediasi antara PT Semen Indonesia dengan Warga Masyarakat Gampong Cot di Aula Kantor Camat Muara Tiga yang berlangsung kemarin untuk memecahkan masalah – masalah yang timbul di masyarakat Gampong Cot tersebut.

Dalam arahannya Mantan Kasat Intelkam Polresta Banda Aceh tersebut menyebutkan diantaranya ;

– Permasalahan Sangketa ganti rugi tanah antara masyarakat dgn PT.SCA Kalau Tidak Bisa diselesaikan dgn Musyawah dan baik maka  akan diselsaikan Secara prosedur Hukum.

– Melalui Rapat Musywarah Ini agar dapat Suatu Titik Temu Penyelesaian masalah  Antara PT.SCA Kepada Masyarakat.

– Jangan sampai Ada Perpecahan Didalam Gp.Cot Antara Keucik dgn Tokoh- tokoh  Masyarakat dimana akan dimanfaatkan Oleh Pihak2 Tertntu Untuk Kepentingan Pribadi, sehingga akan merugikan Masyarakat Itu sendiri.

– Pihak Perusahaan PT.Semen Indonesia berupaya untuk tidak  merugikan Masyarakat desa Cot, Namun nantinya akan berupaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat setempat.

Sementara itu para masyarakat Gampong Cot tersebut menuntut diantaranya ;

– Jangan Membodohi Masyrakat dan jangan pula Mengkambing hitamkan Masyarakat serta Jangan Memprovokasi Masyarakat Untuk Kepentingan pihak Tertentu.

– Pihak PT.SCA Pernah Mengganti Rugi Kepada Masyarakat dan pihak PT. HTI.

– Perlu Ditunjukan Batas Yang Sebenarnya lahan yang dulunya dimilki Oleh HTI Dengan Masyarakat ( sedangkan tanah HTI tsb Telah Diserahkan kepada  PT.SCA.)

Namun untuk konflik antara keuchik dengan perangkat desa di gampong Cot telah selesai dan tidak ada lg berselisih paham.

– Mempertnyakan Uang apa yang Per KK diberikan sebanyak 1 juta ( dengan alasana untuk uang megang atau kerahiman) ,

– Pihak PT. Samana agar bersedia Memperliatkan Peta Lahan yang sudah di kliem ataupun   tanah yang sudah di kuasainya

– Lahan yang telah Diklaim oleh PT. Samana citra agung harus memiliki dasar Kajian apa sewaktu dulunya membebaskan Lahan Tsb dari masyarakat.

– Masyarakat Mau juga Mengklaim Lahan Tsb dikarenakan sebagian Masyarakat Punya beberapa Lahan yang juga diklaim oleh PT. SCA, trus kalau udah diganti Rugi Berapa Jumlahnya dan Dimana Letak lokasinya,

– Apa Tanah Adat milik desa bisa Diganti dengan tanah ditempat Lain.

– Menanyakan kembali bagaimana dulunya mengenai proses ganti rugi lahan Tahap I dan II sebanyak 200 Hektar dari  tahun 1996 s/d 1999 .

– Maslah Kejalasan Bukti ganti Rugi PT.SCA Kepada Masyrakat yang menurut pengakuan PT samana citra agung sudah diselesaikan pada tahun 1996 s/d 1999.

– Bukti Penyerahan Tanah Yang Diklaim Milik HTI kepada PT.SCA

– Mengharapkan kpd pihak Mediasi dari Polres Pidie  Agar Secepatnya Membantu Proses Penyelsaian Maslah Tsb, sehingga tidak berlarut.

Kapolres Pidie AKBP M. Ali Kadhafi, SIk melalui Kabag Ops Kompol Apriadi, S.Sos  mengatakan dari hasil perbedaan Pro dan Kontra Pendapat tersebut akhirnya kedua belah pihak telah mendapat titik temu penyelesaian masalah – masalah keduanya dan menyetujui serta menyerahkan secara penuh permasalahan tersebut ke Mapolres Pidie agar masalah – masalah yang timbul bisa dengan cepat diselesaikan dengan demikian hubungan kedua belah pihak bisa harmonis kembali, Ujar Mantan Kasat Intelkam Polres Pidie tersebut.