Home » BERITA » Hanyut, Korban Banjir Meninggal Dunia

Hanyut, Korban Banjir Meninggal Dunia

Anak - anak pengungsi di Gampong Jok Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Kamis (28/1) malam, makan malam di lokasi pengungsian Mesjid Baitul Izzah Blang Putek. Warga mengungsi di mesjid tersebut pasca banjir melanda Pidie, Rabu (27/1) lalu

Anak – anak pengungsi di Gampong Jok Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Kamis (28/1) malam, makan malam di lokasi pengungsian Mesjid Baitul Izzah Blang Putek. Warga mengungsi di mesjid tersebut pasca banjir melanda Pidie, Rabu (27/1) lalu

Sigli ;

Saat banjir mendera wilayah Pidie, Rabu (27/1) sore, ternyata ada seorang remaja putri yang hanyut, yakni Ratnawati binti Muslim (13). Warga Gampong Mee, Kecamatan Batee, Pidie, itu terseret arus banjir sekira pukul 18.00 WIB. Setelah dicari intensif, jasad korban baru ditemukan pada pukul 22.00 WIB dalam keadaan tak lagi bernyawa. Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH, melalui Kapolsek Batee Iptu Muhiddin kepada humas polres pidie, Kamis (28/1), mengatakan, saat banjir mendera wilayah itu, Ratnawati sedang asyik mandi di sungai yang terletak di belakang rumahnya.

Arus sungai itu kemudian menyeretnya tanpa ada yang menolong, karena dia mandi sendirian. Korban diduga belum begitu mahir berenang atau memang tak sanggup melawan arus air sungai Gampong Mee yang tiba-tiba berubah sangat deras dan meluap bersamaan dengan datangnya air bah. Sejak diketahui hilang pukul 18.00 WIB, warga Gampong Mee langsung melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang aliran sungai. Baru pukul 22.00 WIB korban ditemukan dalam keadaan meninggal, persis di tambak belakang rumah orang tuanya. Kamis (28/1) pagi kemarin, jenazah korban langsung dikebumikan.

Dari Kecamatan Indra Jaya, Pidie, dilaporkan, Ufran Azizi (5,5), warga Bluek Ulee Birah, Rabu (27/1) sekira pukul 18.15 WIB, hilang saat bermain di pinggir irigasi pembuang di gampong tersebut. Setelah dicari berselang hari, jasad Ufran ditemukan dalam kondisi tak bernyawa menjelang asar Kamis kemarin, dua kilometer dari tempatnya tenggelam. Desa tempat korban ditemukan bernama Gampong Meunasah Sukon Krueng Seumiden, masih di kecamatan yang sama. Saat ditemukan warga, jasad murid TK Guru Huda itu terapung dalam posisi telungkup. Sebelumnya tim SAR Pidie bersama warga melakukan pencarian, tapi jasad korban tak ditemukan di lokasinya tenggelam.

Sekdes Bluek Ulee Birah, Muzakkir, kepada Kapolsek Batee mengatakan, jasad korban sempat dibawa ke puskesmas untuk visum. Hari ini jenasah korban akan dikebumikan di desanya. Menurut Sekdes Bluek Ulee Birah, anak pasangan Mukhtar Syahkubat (36) dan Erna Zahara (28) itu diketahui hilang di saluran pembuang sekira pukul 18.00 WIB kemarin, saat bermain dengan rekan sebayanya ketika permukaan air irigasi meninggi pascahujan deras. Sementara itu, warga enam dari 42 desa yang dilanda banjir di Kecamatan Padang Tiji, Pidie, pada Rabu (27/1) hingga Kamis kemarin masih mengungsi ke meunasah maupun rumah sanak keluarganya karena sisa lumpur masih menggenangi rumah mereka. “Air sudah surut, tapi rumah kami masih berlumpur, sehingga belum layak ditempati,” ujar Nurleli (29), warga Meurinya yang ditemui Serambi di meunasah desa itu kemarin.

Warga korban banjir itu kini tinggal di meunasah yang dijadikan lokasi pengungsian. Sebagian lagi menumpang di rumah keluarganya yang bebas banjir. Tak ada kamp penampungan yng dibuat khusus, kecuali ditampung di meunasah, sekaligus berfungsi sebagai tempat ibadah Di Kecamatan Padang Tiji, korban banjir mencapai 2.053 kepala keluarga/KK (7.695 jiwa) tersebar di 42 desa. Namun, warga yang masih mengungsi di Kecamatan Padang Tiji hanya dari enam desa. Sekda Pidie, H Amiruddin MSi, kepada Kapolsek Padang Tiji mengatakan, mereka sudah menyalurkan bantuan masa panik kepada korban banjir tersebut.

Paket bantuan itu, antara lain, beras, mi instan, minyak goreng, telur, dan ikan kaleng. Jumlah paket yang diberikan per KK sudah baku, sesuai standar bantuan masa panik untuk korban banjir yang telah ditetapkan Pemerintah Aceh. Menurut Sekda Pidie, di titik yang dilanda banjir, seperti Kecamatan Muara Tiga, Padang Tiji, Batee, Indra Jaya, Delima, Pidie, dan Grong-grong sudah dibuka dapur umum untuk membantu logistik korban banjir. Dapur umum dibuka hanya tiga hari, terhitung sejak Rabu (27/1).