Home » BERITA » Cek Cok Mulut Terkait Batas Sawah, Seorang Petani di Tikam, Hingga Masuk Rumah Sakit

Cek Cok Mulut Terkait Batas Sawah, Seorang Petani di Tikam, Hingga Masuk Rumah Sakit

Seorang Petani bernama Markili Bin Idris(69), Petani, Warga Gampong Mane Kecamatan Mane, Kab.Pidie mendapat perawatan di Puskesmas Mane, Kecamatan Mane, Kab.Pidie akibat di tikam dengan sebilah parang, Jum’ at (08/02/2019) sekira pukul 08.30 Wib.

Tribratanewspolrespidie ; Seorang petani bernama Mukhtar Bin A. Rahman (43), Petani, warga Gampong Mane Kecamatan Mane, kab.Pidie harus mendapatkan perawatan Medis setelah di bacok dengan menggunakan sebilah parang oleh Warga Gampong Mane Kecamatan Mane, Kab.Pidie berinisial MK (69), Petani di Dusun Cot Manggo Gampong Mane, Kecamatan Mane, Kab.Pidie, Jum’ at (08/02/2019) sekira pukul 08.30 Wib.

Kejadian tersebut bermula saat korban bersama pelaku cekcok mulut terkait batas sawah yang berlokasi di dusun Cot Manggo Gampong Mane Kecamatan Pidie, Kab.Pidie, Jum’ at (08/02).

Saat korban menanyakan pada pelaku, siapa yang memindahkan batas kayu di sawah tersebut, pelaku tidak terima dan langsung terjadi cekcot mulut antara keduanya sehingga pelaku mengayunkan sebilah parang ke arah wajah korban hingga mengenai wajah sebelah kiri korban.

Tak terima dengan perlakuan pelaku, korban langsung melapor ke Mapolsek Mane.

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK melalui Kapolsek Mane Iptu Mad Saefuddin saat di konfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan benar telah terjadi pembacokan salah seorang warga Gampong Mane Kecamatan Mane, Kab.Pidie dengan menggunakan sebilah parang yang dilakukan oleh pelaku berinisial MK.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka bacok di bawah rahang sebelah kirir dengan panjang lebih kurang 10 cm.

Kasus ini telah ditangani di Mapolsek Mane, sementara untuk barang bukti & pelaku telah diamankan di Polsek Mane. Sedangkan warga Kecamatan Mane sudah diimbau untuk tidak main hakim sendiri bila ada permasalahan di tempat tinggalnya masing – masing dan serahkan sepenuhnya ke aparat penegak hukum guna di proses sesuai dengan hukum yang berlaku, sebut Mantan Kasubbag Pers Bag Sumda Polres Pidie tersebut.”