Home » BERITA » Banjir Menyelimuti Sebagian Kab.Pidie

Banjir Menyelimuti Sebagian Kab.Pidie

Banjir Melandang Sebagian Wilayah Kab.Pidie

Banjir Melandang Sebagian Wilayah Kab.Pidie

Tribratanewspolrespidie.com, Aceh ;  Dua sungai besar di Kabupaten Pidie, Krueng Baro dan Krueng Tiro, meluap dan mengakibatkan banjir di hampir seluruh wilayah Pidie, Minggu (29/11). Data sementara hingga tadi malam, seorang warga Jojo, Kecamatan Mutiara Timur, meninggal dunia, tiga rumah warga Tangse rusak dan hanyut, dan warga sejumlah desa mengungsi. Informasi dihimpun sementar, banjir disertai tanah longsor mulai terjadi di dataran tinggi Tangse, sejak pukul 18.00 WIB. Luapan sungai Krueng Baro itu kemudian menggenangi ribuan rumah di sepanjang daerah aliran sungai, meliputi Kecamatan Titeu, Keumala, Sakti, Mila, Delima, Indrajaya, Pidie, hingga Kota Sigli. Di Sigli, kawasan yang sudah tergenang banjir tadi malam meliputi, Pulo Pisang, Perumnas Lhok Keutapang, dan Peukan Pidie. Sementara masyarakat lainnya di Blang Asan, Lampoih Lada, Jurong Kleng, dan sekitarnya terus waspada, karena debit air Krueng Baro terus meninggi.Sejauh ini diperoleh laporan, tiga rumah di Kecamatan Tangse dilaporkan mengalami rusak parah akibat diterjang banjir dan longsor. Sementara luapan Krueng Tiro dilaporkan menggenangi lima kecamatan di sepanjang daerah aliran sungai itu. Sungai yang berujung ke kawasan Kembang Tanjong ini mulai meluap sekitar pukul 20.15 WIB. Adapun lima kecamatan yang tergenang banjir Krueng Tiro adalah, Kecamatan Tiro, Sakti, Mutiara, Keumala, dan Kecamatan Mutiara Timur. Banjir paling parah terjadi di kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur karena air setinggi pinggang orang dewasa merendam dua kecamatan tersebut.

Kapolres Pidie AKBP Muhajir, SIK, MH mengatakan , Minggu (29/11) malam, mengatakan, banjir akibat meluapnya Krueng Tiro mengakibatkan warga di Gampong Yaman Baro dan Yaman Masjid, Kecamatan Mutiara, harus mengungsi. “Saat ini warga kedua gampong itu bekumpul di pinggir jalan nasional. Kita belum tahu kemana harus mengungsikan mereka, karena saat ini listrik mati,” kata Muhajir yang turun langsung ke lokasi banjir.

Meninggal Di tengah kepanikan akibat banjir, diperoleh laporan seorang warga Gampong Jojo, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Yusnadi Ahmad (70), meninggal dunia sekitar pukul 21.11 WIB. Informasi diperoleh , lelaki renta ini dalam kondisi sakit saat terjebak banjir bersama keluarganya di dalam rumah semipermanen. “Korban meninggal dunia karena terkejut saat melihat air sungai menerobos ke dalam rumahnya. Jenazah korban telah dievakuasi menggunakan ambulans puskesmas,” kata Kapolsek Mutiara Timur Iptu Zaflani, Dikatakan, saat ini gelombang warga yang mengungsi meningkat. Para pengungsi berasal dari Gampong Jojo, Simbe, Pulo Drien, dan Jumpoh Adan. Untuk sementara lokasi pengungsian dipusatkan di gudang kakao di Kota Mini Beureunuen. Serta beberapa lokasi lain yang letaknya berpencar dan mudah dijangkau. “Saat ini air sungai mulai surut, kita mendoakan hujan tidak turun lagi,” kata Iptu Zaflani. Longsor Keterangan dihimpun Humas Polres Pidie, Minggu (29/11) malam, kondisi longsor terjadi di sejumlah titik di Tangse yakni di Gampong Mampree, Geuni sampai Blang Malo, Ulee Gunong. Sementara sebelumnya di Gampong U Gadeng, Kecamatan Keumala juga sempat longsor selama tiga jam, menjelang pukul 19.00 WIB sudah bisa dilewati. Kapolsek Tangse , Ipda Bustami kepada Humas Polres Pidie, Minggu (29/11) mengatakan, sejak pukul 17.00 WIB Minggu (29/11) puluhan kendaraan tertahan. Mulai diperbatasan Keumala Tangse persisnya di Geuni, Tangse. Namun pukul 21.00 WIB, Minggu (29/11) malam bisa dilewati darurat mobil sejenis double cabin. Sedangkan roda empat lainnya belum bisa dilewati karena ketinggian air di badan jalan mencapai 20-40 cm dan titik longsor sedang ditangani. Menurut Bustami, aliran air sungai Keumala hingga Tangse dipantaunya juga cukup deras dikhawatirkan bisa terjadi banjir bandang. Bustami sempat tertahan di Keumala tiga jam ingin menuju Tangse melihat kondisi daerah itu. Hingga pukul 21.00 WIB malam tadi, ruas jalan Tangse ke Beureunuen masih putus akibat longsor. Air dari pegunungan juga mengikis badan jalan dan menggenangi perkampungan. “Kami sangat khawatir karena hujan masih deras,” ujar Usman, seorang warga Tangse melalui telepon kepada Bustami. Danramil Tangse, Kapten Inf Bahagia mengatakan pihaknya terus memantau lokasi dengan membantu masyarakat mengatasi secara darurat. “Untuk saat ini laporan dihimpun titik banjir dan terjadi longsor adalah Gampong Geuni, Mampree, Blang Malo, Blang Bungong berada di Kecamatan Tangse. Selanjutnya sedang dihimpun laporan dari keuchik desa setempat,” ujarnya. Lumpuh
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulanangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Effendi SSos menginformasi kembali bahwa jalan nasional (lintas Beureunuen-Meulaboh) masih putus di wilayah Ulee Gunong, Tangse. “Titik longsor terus terjadi dan bertambah, meskipun pihak penanggulangan terus berjuang untuk mengatasi. Masyarakat sekarang cukup panik dan terus menelpon pihak BPBD. Tapi penanggulangannya tetap secara darurat dan satu per satu,” ujarnya.