Home » BERITA » Ancam Petugas Pengawas TPS, Kader PA di Amankan Polisi

Ancam Petugas Pengawas TPS, Kader PA di Amankan Polisi

dfok

Salah satu Kader PA berinsial HS, 45 thn, Warga Gampong Dayah Reubee Kecamatan Delima Kab.Pidie, Rabu (15/02/2017) diamankan di Mapolsek Delima.

Tribratanewspolrespidie ; Pengancaman yang di lakukan oleh Kader Partai Aceh (PA) berujung panjang saat korban Rusli, 54 thn, Pengawas TPS N0.1 Gampong Dayah Reubee Kecamatan Delima Kab.Pidie melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Delima, Rabu (15/02/2017) sekira pukul 10.00 Wib.

Kejadian tersebut bermula saat salah seorang warga Gampong Dayah Reubee Kecamatan Delima Kab.Pidie berinisial KM, 33 thn, IRT, Gampong Dayah Reubee Kecamatan Delima Kab.Pidie tiba ke TPS di Gampong Dayah Reubee untuk memberikan hak pilihnya, kemudian saat setelah ia melakukan hak pilihnya, KM pun tidak langsung pulang melainkan tetap berada di TPS dengan tujuan setiap datang pemilih, KM menunjuk baliho nomor urut paslon Gubernur 5, Muzakir Manaf dan T.A Khalid, tindakan KM pun terlihat oleh Pengawas TPS Nomor 1 sdr Ramli, lalu Ramli pun mengarahkan kepada KM tidak boleh melakukan hal tersebut dikarenakan ada saksi – saksi dari pasangan calon Gubernur yang lain yang memperotes tindakan KM tersebut, namun aksi protes tersebut tidak diteriam oleh KM, kemudian KM pun pulang kerumah melaporkan hal tersebut ke sang suami berinisial HS, 45 thn, Warga Gampong Dayah Reubee Kecamatan Delima Kab.Pidie.

Bak sebuah drama action, HS pun langsung menemui Rusli dan melakukan pengancaman, Awas Ya”.

Kapolsek Delima Iptu Asnawi yang di konfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan benar adanya pengancaman yang dilakukan oleh Kader PA kepada Pengawas TPS No.1 di Gampong Dayah Reubee Kecamatan Delima Kab.Pidie, namun kedua belah pihak sudah dimediasi untuk berdamai oleh pihak panwaslih Kabupaten dan Panwascam Kecamatan di Mapolsek Delima dengan membuat surat pernyataan dan ditanda tangani oleh keduanya dengan bermaterai.

Kepada polisi dihadapan panwaslih Kabupaten dan Panwascam Kecamatan, pelaku pengancaman khilaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut, kata Asnawi.”