Home » BERITA » 4 Penambang Emas Tewas

4 Penambang Emas Tewas

4 Penambang Emas Tewas

4 Penambang Emas Tewas

Tribratanewspolrespidie.com, Aceh ; Banjir dan longsor mendera Pidie. Akibatnya, empat pekerja tambang emas rakyat di Pulo Loih, Kecamatan Geumpang, Pidie, Kamis (10/12) pukul 20.45 WIB tewas di tempat setelah Camp tempat mereka berteduh tertimpa tanah longsor. Sementara itu, 19 rumah di Gampong Blang Bungong dan Blang Dhot, Kecamatan Tangse, rusak bahkan ada yang hanyut, akibat disapu banjir pada hari yang sama.

Keempat korban yang meninggal tertimpa tanah longsor itu masing-masing Sayuti Husen (58) selaku tauke tambang emas, asal Gampong Pucok Kecamatan, Geumpang, Mastur bin Safri (24) warga Gampong Rantau Panjang, Kecamatan Tangse, Musnadir (30), warga Gampong Paloh Usi, Kecamatan Mutiara Timur, dan Endang (38), warga Gampong Leupu, Kecamatan Geumpang.

“Dua rekan mereka sesama penambang luka-luka, yaitu Idris bin Taleb (23), warga Blang Dalam, Manee dan Adli Fodun (19) asal Gampong Paloh Usi, Mutiara Timur,” sebut Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH kepada humas polres pidie, Jumat (11/12).

Menurut Muhajir, insiden maut itu terjadi saat sejumlah pekerja tambang bersama tauke pemilik tambang emas itu hendak istirahat di Camp. Namun, guyuran hujan sepanjang malam itu tak kunjung reda. Sementara kamp tersebut berada di pinggir lereng bukit, persisnya di Km 14 Gampong Pulo Loih, Geumpang, Pidie.

Dalam sekejap, material longsor berupa tanah dan kerikil yang luruh menimpa Camp, sehingga pemilik tambang emas, Sayuti bin Husen bersama lima rekannya tertimpa material longsor.

Akibatnya, Sayuti dan Mastur bin Safri (24), Musnadir (30), serta Endang (38) tewas di tempat.

Sementara, dua rekan mereka, Idris Thaleb dan Adli Fadlon selamat dari terjangan longsor. “Tapi sekujur tubuh mereka luka parah akibat terjangan material longsor,” ujarnya.

Karena medannya sulit, warga bersama aparat Polsek Geumpang kesulitan mengevakuasi. Baru pada Jumat (11/12) sekitar pukul 12.30 WIB, seluruh korban berhasil dibawa ke puskesmas untuk divisum.

Tak hanya itu, sejumlah aparat polisi dari Reskrim dan Intelkam Polres Pidie terus dikerahkan ke lokasi. Tapi, karena kondisi badan jalan di Kecamatan Tangse masih putus, sehingga menyulitkan tim untuk mencapai lokasi.

Kasus ini sedang dalam penanganan aparat Polres Pidie. “Saya mengimbau agar masyarakat yang bermukim di lereng bukit lebih waspada saat curah hujan sangat tinggi,” demikian Muhajir.

images