Home » GIAT POLSEK » Sengketa Tanah Gampong Waido Berakhir Damai

Sengketa Tanah Gampong Waido Berakhir Damai

wwww

Kapolsek Peukan Baro Iptu Sukrizal didampingi Camat Peukan Baro dan Danramil Peukan Baro membantu memediasi sengketa di Gampong Waido Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie, Selasa (24/01/2017) sekira pukul 09.00 Wib.

Tribratanewspolrespidie ; Sengketa Tanah Warisan di Gampong Waido Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie berlangsung dengan damai di Kantor Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie, Selasa (24/01/2017) sekira pukul 09.00 Wib.

Sengketa tanah tersebut bermula saat keluarga Jamilah, 60 thn, Ibu Rumah Tangga, warga Gampong Waido Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie berselisih paham dengan Kakak sepupunya Hj. Fatimah, 70 thn, Ibu Rumah Tangga, Warga Gampong Mee Krukon Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie tentang tanah milik bekas Rumah Aceh milik orangtua mereka yang terletak di Gampong Waido Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie.

Merasa tidak puas dengan keputusan orang tua Gampong setempat dan tidak menemui titik temu, akhirnya Geuchik Gampong setempat meminta Bantuan ke Camat Peukan Baro untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Setiba di Kantor Camat kedua belah pihak yang bersengketa pun disambut oleh Camat beserta Kapolsek Peukan Baro Iptu Sukrizal dan Danramil Peukan Baro yang ikut membantu menyelesaikan perkara tersebut.

Kemudian kedua belah pihak yang bersengketa pun didudukan dan menceritakan perihal kejadian yang terjadi dan didengarkan oleh unsur Muspika Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie, setelah akar permasalahan diketahui oleh Unsur Muspika, akhirnya kedua belah pihak pun berdamai dan dilakukan pengukuran kembali batas tanah dan langsung di pagar oleh pihak Hj. Fatimah dan anaknya.

Pengukuran batas tanah pun dilakukan oleh orangtua Kampung dan Tuha Adat serta disaksikan oleh Unsur Muspika Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie.

Kapolsek Peukan Baro Iptu Sukrizal yang dikonfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan sengketa tanah bekas rumah Aceh tersebut terjadi karena Miss Komunikasi antara kedua belah pihak yang masih memiliki hubungan keluarga,merasa ketidakpuasan dengan keputusan orangtua Kampung, kedua belah akhirnya diselesaikan di Kantor Camat Peukan Baro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*