Home » BERITA » Rakor Para Tokoh Masyarakat Kecamatan Mutiara Barat di Mapolres Pidie Berlangsung Damai

Rakor Para Tokoh Masyarakat Kecamatan Mutiara Barat di Mapolres Pidie Berlangsung Damai

oooooooooo

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK didampingi Dandim 0102 Pidie dan Waka Polres Pidie Kompol Tirta Nur Alam, SE membantu memediasi tentang adanya isu aksi unjuk rasa ke Mesjid Baitusa’adah Gampong Trubue Kecamatan Mutiara Barat Kab.Pidie terkait pelaksanaan tata cara Shalat Jum’at dan Tawarih, pada Kamis (06/07/2017) sekira pukul 10.00 Wib, pagi menjelang siang tadi.

Tribratanewspolrespidie ; Rapat Koordinasi ( Rakor) Masyarakat Gampong Trubue Kecamatan Mutiara Kab.Pidie berlangsung di Aula Wira Satya Mapolres Pidie pada Kamis (06/07/2017) sekira pukul 10.00 Wib siang tadi.

Rapat yang berlangsung sekitar 3 (tiga) jam lebih tersebut di pimpin oleh Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK dan di hadiri oleh Dandim 0102 Pidie Letkol Arh Donny Indiawan, S. IP, Sekda pidie an. Amiruddin, Asisten II an. Maddan SE, Ketua MPU pidie an. Walet Nasir, Ketua Dinas syariat islam an. Sabirin, Kasat Reskrim Polres pidie AKP samsul SH, Ketua panitia pembangunan mesjid baitussaqdah an. Muslem, Khatib mesjid Tgk baharuddin, Ketua BKM ( badan kemakmuran mesjid) an Fikri ilyas serta perangkat pengurus mesjid trubue dan tokoh masyarakat Gp. Trubue kec. Mutiara kab. Pidie serta para tokoh masyarakat Kecamatan Mutiara Kab.Pidie lainnya.

Rakor tersebut membahas tentang tata cara pelaksanaan shalat Jum’at dan Sholat Tarawih di Mesjid Baitussa’adah Gampong Trubue Kecamatan Mutiara Kab.Pidie dan status kepemilikan  Mesjid tersebut apakah milik yayasan atau milik masyarakat Gp. Rapana dan Gp. Paya Tiba Kec. Mutiara Kab.Pidie. serta pembentukan panitia baru Mesjid Baitussadah Teureubue Kec. Mutiara Kab. Pidie.

Adapun arahan/ masukan Ketua panitia pembangunan mesjid baitussaqdah an. Muslem adalah sebagai berikut :

– Pasca pembangunan mesjid Baitussadah tahun 2013 Gp. Teureubue Kec. Mutiara Kab. Pidie. Terjadi perselisihan Mengenai kegiatan tata cara ibadah shalat jumat Yaitu masalah memegang tongkat pada saat kutbah jumat, azan dua kali dan rukun dua khutbah.

-Berdasarkan hasil mujakarah di banda aceh tahun 2014 masalah tata cara pelaksanaan shalat jumat terkait pegang tongkat, ulang kutbah, azan 2 kali dan didalam hasil muzakarah tersebut tidak terjadi permasalahan dan dibenarkan.

– Amanah yang mewakafkan mesjid ini carilah guru untuk melaksanakan pengajian di mesjid trubue dan sudah kami laksanakan sebulan tiga kali pengajian dan yg mengajarkan nya dosen dari unsyian banda Aceh dan bahkan lulusan pengajian di mesir.

– Ada issu yang beredar dalam masyarakat , pembicaraan dlm masyarakat dimana pihak pengurus mesjid trubue saat ini / orang Wahabi adalah ajaran sesat.

Sementara arahan/ masukan mantan Ketua panitia pembangunan mesjid baitussaqdah an. Tgk. Rusli adalah sebagai berikut :

– Saya duduk sebagai panitia mesjid sudah 30 tahun semenjak tahun 1990 tidak ada permasalahan dan selama perombakan pembangunan mesjid terjadilah persoalan dan ketua panitia mesjid dipilih oleh masyarakat.

– untuk panitia mesjid harus di bentuk kembali.

Disamping itu juga Kapolres Pidie AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar, SIK menyampaikan beberapa hal, diantaranya ;

– Apabila ada isu isu yang dapat menimbulkan perbedaan terkait masalah agama agar dapat menahan diri

–  kita menyelesaikan permasalahan dengan santun dan dengan persaudaraan.

– Silahkan aja melaksanakan ibadah sebagaimana mestinya dan tidak keluar dari ajaran islam

– Jangan sampai ada masyarakat yang membesar- besarkan permaslahan tersebut sehingga terjadi perpecahan umat.

– kewenangan kami dari pihak keamanan tentu saja akan menjaga ketentraman baik dalam kegiatan  beribadah mau pun dalam masyarakat sesuai tugas pokok kepolisian.

Lalu Waka polres Pidie Kompol Tirta Nur Alam, SE juga menyampaikan beberapa hal sebagai berikut ;

– kita mengadakan rapat ini untuk mufakat mencari solusi yang terbaik

– Perbedaan pendapat bukan berarti kita selisih paham.

– Kita berharap kondisi situasi dalam wilayah kita aman perbedaan pendapat tolong dirumbuk.

Sementara Dandim 0102 Pidie Letkol Arh Donny Indiawan, S. IP juga menyampaikan beberapa hal, diantaranya ;

– Saya mengharapkan masalah ini siselesaikan dengan kepala dingin dan jangan sanpai berkembang ketempat lainnya.

– untuk kedepan apabila ada permasalahan agar mencari solusi bukan mempertahankan pendapat masing- masing.

Kemudian Sekda Kab.Pidie H. Amiruddin, M.Si juga memberikan arahan , diantaranya ;

– Dalam hal ini yg menjadi permasalahan yaitu masalah pengurusan , persoalan ibadahnya.

– kami sebagai pemerintahan kab. Pidie dangat mendukung agar permasalahan ini selesai.

– jangan sampai gejolak ini runcing lagi dan jangan ada pihak yabg dirugikan.

 Selanjutnya Arahan kepala Dinas syariat Pidie, diantaranya ;

– Mesjid adalah tempat ibadah dan mencari ridha Allah. Rapat ini untuk menyelesaikan masalah bukan menambah masalah

– kita harus saling menghargai pendapat orang lain apabila ada perbedaan mari kita cari solusi.

Dilanjutkan dengan Arahan dari Ketua MPU Kab.Pidie Waled Nasir, adalah sebagai beikut ;

– Menyangkut permaslahan mesjid ini bukan masalah berat saya sudah lama di pidie tidak terjadi permasalahan.

– Mesjid bukan milik kelompok ,bukan milik seseorang mesjid adalah milik umat islam.

– Mengenai tata cara pelaksanaan ibadah yaitu sesuaikan menurut mayoritas pemerintahan.

– Buatlah panitia dan keputusan yang terbaik.

– Harapan saya masyarakat di trubue kompak dan jangan mencari masalah yang dapat menghancurkan persaudaraan.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*