Home » BERITA » Gelapkan 18 Ton Beras, Warga Teungku Dilaweung di Bekuk Polisi

Gelapkan 18 Ton Beras, Warga Teungku Dilaweung di Bekuk Polisi

jol 21

Pelaku penggelapan beras sebanyak 18 Ton berinisial SH (34), Wiraswasta, Warga Gampong Teungku Dilaweung Kecamatan Muara Tiga Kab.Pidie telah diamankan di Mapolres Pidie, Rabu (06/12/2017).

Tribratanewspolrespidie ; Tim Sat Reskrim Polres Pidie berhasil membekuk pelaku penipuan dan penggelapan 9 (sembilan) Ton Beras milik Abdul Hanan Bin M. Sabi (50), Wirawasta , warga Gampong Gintong Kecamatan Grong – Grong Kab.Pidie dan Evidarwati, Wiraswasta, Warga Gampong Sumbo Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie, Rabu (06/12/2017).

Pelaku di tangkap tim Opsnal Sat Reskrim Polres Pidie di bawah pimpinan AKP Mahliadi, ST, MM berdasarkan laporan polisi masyarakat dengan nomor : LP / 28 / II / 2017 / SPKT PIDIE tanggal 27 Februari 2017 perihal Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan Beras milik Abdul Hanan Bin M. Sabi (50), Warga Gampong Gintong Kecamatan Grong – Grong Kab.Pidie.

SH (34), Pria kelahiran Lhok Padang, 20 Januari 1983, Wiraswasta, Warga Teungku Dilaweung Kecamatan Muara Tiga Kab.Pidie ditangkap tim sat reskrim Polres Pidie setelah melakukan aksinya dengan cara mendatangi kilang padi Blang Raya milik Abdul Hanan Bin M. Sabi yang berlokasi di Gampong Kumbang Gogo Kecamatan Padang Tiji Kab.Pidie pada tanggal 23 Oktober 2016 yang lalu dengan modus membeli beras milik korban dengan harga 8.070 ( delapan ribu tujuh puluh rupiah) perkilogram sebanyak 300 Sak karung beras ukuran 30 Kg / karung dengan total 9 (sembilan) ton dengan harga Rp 72.630.000 ( tujuh puluh dua juta enam ratus tiga puluh ribu rupiah) dari Abdul Hanan.

Dengan membayar Rp.3.530.000 ( tiga juta lima ratus tiga puluh ribu rupiah) sebagai Panjar, pelaku membawa beras milik Abdul Hanan dan berjanji akan melunasi sisa uang sebanyak 69.100.000 ( enam puluh sembilan juta seratus ribu rupiah) seminggu kemudian, namun setelah beras tersebut di jual pelaku kepada orang lain, ia tak juga menyetor uang yang telah di janjikannya tersebut.

Tak cukup di situ, pelaku juga melanjutkan petualangannnya dengan mengunjungi kilang padi milik Evidarwati, Wiraswasta, Warga Gampong Sumbo Kecamatan Peukan Baro Kab.Pidie pada tanggal 24 Februari 2017 dengan modus yang sama yakni membeli beras dari kilang padi Erida dengan taksiran harga Rp. 9.700 (sembilan ribu tujuh ratus rupiah). Dengan menghubungi Saifuddin yang merupakan suami evidarwati via handphone, pelaku menyuruh Saifuddin untuk mengantarkan beras pesanannya sebanyak 9 (sembilan) ton kepadanya dengan dalih ” apabila nanti sudah sampai di kawasan simpang Aneuk Galong Sibreh Kecamatan Suka Makmur Kab. Aceh Besar agar menghubunginya “, dikarenakan SH sedang berada di Banda Aceh.

Sekitar pukul 16.00 Wib, pelaku di telpon oleh anak Saifuddin dengan memberitakan kepadanya bahwa beras pesanannya sudah berada di Kawasan Simpang Aneuk Galong Kecamatan Suka Makmur, Kab. Aceh Besar. Setelah menemui anak korban, pelaku menyuruh menurunkan beras tersebut di kilang padi Bina Usaha Aneuk Galong yang berada di Kecamatan Suka Makmur milik M. Kaoy. Kemudian mengajak anak Saifuddin beserta sopirnya pergi ke rumah pelaku, di perjalanan SH kabur dan belum sedikit pun membayar beras milik Saifuddin sebanyak 9 (sembilan) ton seharga Rp 87.000.000 (delapan puluh tujuh juta rupiah).

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi, ST, MM saat di konfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan benar telah terjadi penipuan dan penggelapan 18 (delapan belas) Ton beras yang di lakukan oleh SH di dua kilang padi yakni milik Abdul Hanan 9 (sembilan) ton dan Evidarwati 9 (sembilan) ton.

Modus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh pelaku dengan cara membeli beras dengan memberikan uang panjar kemudian mengambil beras dan menjualnya kepada orang lain dan tak melunasi di tempat ia ambil.

Menurut keterangan pelaku kepada penyidik, baru kali ini ia melakukan hal tersebut.

Kini untuk mempertanggung jawabkan perbuatannnya, pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolres Pidie guna penyelidikan lebih lanjut dan akan di jerat dalam pasal 378 Jo pasal 372 Jo pasal 65 ayat (1) KUHPidana, sebut Mantan Panit 1 Unit 1 Subdit 1 Direskrimsus Polda Aceh tersebut.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.