Home » BERITA » 23 (Dua Puluh Tiga) Baja Polres Pidie Masuk Pesantren Baitul Muta’alimin

23 (Dua Puluh Tiga) Baja Polres Pidie Masuk Pesantren Baitul Muta’alimin

ggggg

Kapolres Pidie AKBP Muhajir, SIK, MH memberikan arahan kepada para Brigadir Remaja di Pesantren Babul Muta’alimin Gampong Pulo Pisang Kec.Pidie Kab.Pidie, Senin (09/05/2016) sekira pukul 21.00 Wib.

Tribratanewspolrespidie.com ; Sebanyak 23 (dua puluh tiga) Brigadir Remaja (Baja) Polres Pidie T.A 2016 melaksanakan Latihan Kerja dan menimba serta memperdalam ilmu keagamaan di Pesantren Babul Muta’alimin Gampong Pulo Pisang Kec.Pidie Kab.Pidie, Senin (09/05/2016) sekira pukul 21.00 Wib.

Kegiatan tersebut merupakan program unggulan Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Husein Hamidi yang harus diterapkan kepada para Brigadir Remaja untuk bisa lebih dekat dengan para masyarakat dan sang Khalik khususnya disamping itu juga bisa menumbuhkan rasa kekeluargaan dan keakraban antara sesama manusia sehingga nantinya dalam menjalankan tugas negara tidak bersifat arogan.

Para Brigadir Remaja tersebut akan menimba ilmu di pesantren tersebut selama 1 (satu) bulan, terhitung mulai tanggal 09 Mei s/d 08 Juni 2016.

Adapun ke 23 (dua puluh tiga) Brigadir Remaja yang akan menimba ilmu di pesantren tersebut diantaranya; Brigadir Muhajir; Brigadir Fakhrullah; Brigadir Maimun Aqsha; Brigadir Teguh Firmansyah; Brigadir Haris Munandar Harahap; Brigadir Amsalul Khair; Brigadir Saifullah; Brigadir Rian Andika; Brigadir Muyassir; Brigadir Mahlil Ikram; Brigadir Muhammad Wahyudi; Brigadir Mirza Firdaus; Brigadir Mulia Rizki; Brigadir Muhammad Hafizh; Brigadir Wahyudi; Brigadir Riat; Brigadir Fajar Maulana; Brigadir Mulyadi; Brigadir Windi Maulana; Brigadir Ari Akbar; Brigadir Suci Sukmawaty; Brigadir Nini Fajrina dan Brigadir Nurul Amalia.

Dalam kata sambutannya Kapolres Pidie AKBP Muhajir, SIK, MH kepada para Brigadir Remaja mengatakan agar selama menimba ilmu agama di Pesantren tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun, bila nantinya kedapatan melakukan pelanggaran, maka akan diberikan sanksi sesuai yang berlaku di pesantren, dan apabila mengulangi kesalahan yang sama, maka akan saya jemput dan akan ditindak sesuai dengan tindakan / perbuatan yang dilakukannya, Ujar Muhajir.

Leave a Reply

Your email address will not be published.